Kopdar di Kuburan, Sebuah Kisah Nyata

“Inilah Buktinya Lae, Betapa Dahsyatnya Blog…”

Oleh : Raja Huta

PERNAHKAH Anda dengar kisah nyata yang seajaib ini : dua orang yang masih berkerabat, namun belum pernah bertemu, berinteraksi di sebuah blog; dilanjutkan korespondensi lewat email dan kemudian menjadi tahu bahwa mereka masih bersaudara; lalu berkali-kali ingin bertemu, tapi selalu gagal; sampai akhirnya, mereka kopdar di kuburan…

Aku beruntung mengetahui kisah yang menakjubkan ini. Berawal saat HP-ku berdering, mengalunkan ring tone TobaDream theme song karya Viky Sianipar. Kulihat di layar tertera nama penelpon : Suhunan Situmorang. Baru beberapa menit berselang, aku kirim SMS ke pengarang novel Sordam itu, memberitahukan bahwa aku tidak bisa datang ke Jakarta untuk kombur-kombur (ngobrol-ngobrol) dengannya, Jumat sore kemarin (26/9).

Singkat cerita, pangggilan telepon itu aku angkat dan langsung menyapa (Maaf, buat yang tidak mengerti bahasa Batak lewatkan saja, nanti esensi percakapan itu akan dijelaskan pada alinea-alinea berikutnya) :

Horas lae”

Horas laeku, on ma nanidokna ate, jolma boi martahi, alai…”

Bah, I dia haroa lae nuaeng?”

I Kebon Kelapa lae, i kuburan…”

Oo, hurimpu do i luar kota lae. Atik beha mendadak borhat. Ai ise tahe namonding lae ?”

On ma nahea hudok tu lae. Inilah buktinya, Lae, betapa dahsyatnya blog…; kan adong hutanda sada pengunjung blog bataknews, haroa ijaha ibana angka nahusurati i si. Dungi ijalo ibana ma haroa alamat imelhu tu lae Jarar, jala korespondesima hami di bagasan na tolu bulanon. Siani, gabe habotoan ma, ai laeku do hape ibana. Jonok hian dope. Marhaha maranggi ma ompung nami. Among ni inonghu apala abangni amongni bapakna. Jonok hian do pe kan lae ?”

Ba jonok hian do pe i. Ai ido tahe na hea iseritahon lae tu ahu, ima na i Purwakarta, na sai sundat hamu pajumpang ?”

I do, lae. Goarna Kliwon Nainggolan. Senior Manager Acoountant ibana i PT Indorama, sada perusahaan besar i Purwakarta. Lussuna lae, nasogot iimel ibana ahu paboahon naung monding nantulangi. Ndang imel tahe, esemes do. Jadi ido umbahen langsung tu pemakaman Pondok Kelapa on ahu…”

Lussu ma mai tahe. Marsitandaan i blog, hape namarpamili dope. Jala kopdar i kuburanma hamu hape ate, hehehe…”

Hahaha…ido lae. Masitandaan i kuburan ma hami satongkin nai, ai so ro do pe nasida. Hurasa anggo ibana pintor murado tandaonna ahu, ibaen na adongi potoku i bataknews. Alai anggo ahu, ingkon jolo sungkunonhu do tu angka jolmai ise namargoar Kliwon Nainggolan. Bayangkon lae ma i. Alani blog ma on, lae…”

* * *

MARI kita bayangkan bersama pengalaman unik novelis yang pengacara ini. Rasanya, kisah kopi darat di kuburan ini hanya mungkin dialami oleh blogger, yaitu para pemilik blog dan segenap pengunjungnya. Kisahnya sebagai berikut :

Sekitar setahun yang lalu, sebuah blog bernama bataknews menjelma jadi partungkoan atau alun-alun virtual tempat interaksi orang Batak di seluruh dunia. Suhunan Situmorang adalah salah seorang pengunjung setia blog milik Jarar Siahaan itu, yang dioperasikan dari kota kecil Balige di Toba Samosir, Sumatera Utara.

Belakangan, Suhunan menjadi sangat populer dan dianggap seleb di blog tersebut, selain karena komentar-komentarnya yang menggabungkan ketajaman visi, artikulasi dan humor; juga berkat tulisan-tulisannya yang mendalam mengenai aneka masalah yang dihadapi masyarakat Batak.

Suhunan disukai di blog itu, dan juga dibenci, karena kombinasi pemikiran dan cara berkomunikasinya yang intelek, humanis, demokratis, anggun, dan inklusif.

Singkat cerita, diam-diam seorang pengunjung bernama Kliwon Nainggolan rupanya mulai “kecanduan” pula mengunjungi bataknews, blog yang diasuh oleh mantan wartawan itu. Tapi, dia datang ke sana justru setelah Suhunan “non-aktif”, lantaran Jarar membuat kebijakan menutup ruang komentar di blog itu.

Kliwon terpikat membaca berbagai artikel dan komentar Suhunan di dalam arsip blog itu, lalu meminta alamat imelnya dari Jarar. Dan, mulailah Kliwon berkorespondensi dengan Suhunan lewat surat elektronik, sejak tiga bulan lalu. Mereka pun martarombo (berkenalan dengan saling menanyakan asal-usul dan silsilah keluarga masing-masing), dan déjà vu!, ternyata mereka masih kerabat.

Ibunya Suhunan adalah boru Nainggolan dari pihak keluarga Kliwon. Dia. memanggilnya namboru atau bibi. Kakeknya Kliwon adalah adik kandung kakeknya Suhunan dari garis ibu. Marlae mereka itu atau sepupu menurut versi kekerabatan di Jawa.

* * *

Sudah sering kami rencanakan untuk bertemu, tapi selalu gagal karena kesibukan masing-masing,:ujar Suhunan tertawa pasrah; menertawakan situasi kehidupan yang telah “memisahkan” mereka, dan sampai sekian lama masih “menghalangi” mereka untuk bersua. Padahal, jarak Jakarta dengan Purwakarta relatif dekat.

Sampai suatu kali, kami sepakat bertemu di pertengahan antara Jakarta dan Purwakarta,”tutur Suhunan sambil masih tertawa. Novelis yang pengacara ini memang punya rasa humor yang “kebangetan”, seperti ahli desain grafis yang piawai mengkonvert potret kesedihan menjadi kartun. “Kami sepakat bertemu di Cikarang,”sambungnya sambil menandaskan dengan nada lemah,”Tapi, nggak pernah jadi bertemu karena kesibukan masing-masing.”

Kemudian, Jumat pagi kemarin Suhunan menerima SMS dari Kliwon, memberitahukan bahwa ibunya telah berpulang dan akan dimakamkan pada hari itu di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Akibatnya, Suhunan tak sempat menghadiri prosesi adat di rumah duka—lantaran sudah terlanjur ngantor.

Dan sedihnya, atau lucunya, atau anehnya; seperti dituturkan Suhunan dalam percakapan via telepon pada kutipan di awal tulisan ini; hasrat mereka untuk bertemu akhirnya kesampaian juga. Mereka kopdar di areal Pemakaman Umum Pondok Kelapa Timur, tepatnya di tepi liang lahat ibundanya Kliwon atau nantulangnya Suhunan, Jumat (26/9) sore.

* * *

KOPDAR dengan sepupu yang belum dikenal, yang secara kebetulan bertemu melalui interaksi di blog; lalu menjadi akrab setelah saling berkirim email; dan akhirnya bersalaman serta berangkulan untuk pertama kalinya di areal pemakaman–pada Jumat sore yang panas dan berdebu; apakah ini bukan kisah nyata yang colourful, teramat langka, dan terlalu ajaib ?

Dan, bahwa keajaiban ini terjadi berkat adanya media komunikasi bernama blog, yang nota bene gratisan dan masih dianggap remeh oleh sebagian pihak; ada baiknya kita pertimbangkan apa yang dikatakan Suhunan.

Inilah buktinya lae, betapa dahsyatnya blog, bisa mempertemukan famili yang terpisah, dan mempersatukan halak hita yang terserak di seluruh dunia,”ucapnya lewat telepon seluler, dari areal Pemakaman Umum Pondok Kelapa, yang terpisah sekitar 110 kilometer dari tempatku di provinsi Banten.

Ya, itulah dahsyatnya blog. Pernyataan ini paling pas untuk menjelaskan ihwal kopdar yang ganjil itu. Sebuah kisah nyata yang belum tentu terjadi pada seriap orang atau puak; yang dirajut oleh gabungan faktor kemajuan teknologi, perubahan pola komunikasi, dan bermainnya unsur kebetulan–yang boleh jadi merupakan campur tangan Tuhan untuk mempertemukan orang-orang bersaudara yang terpisah dan terserak.

* * *

AKU sendiri berkenalan dengan Suhunan adalah lantaran komentarku terhadap esei lirisnya tentang “dunia sunyi” seniman pemberontak Semsar Siahaan, yang dimuat di blog bataknews. Inti komentarku, Semsar hanyalah alter ego bagi Suhunan untuk mengungkapkan kesunyian hatinya. Dan, di luar dugaanku, dia menanggapi komentar itu dengan rendah hati dan bercanda,”Bah, dipretelinya aku fuang…”

Kemudian kami kopdar di TobaDream Cafe, milik arranger Viky Sianipar, dan dari sanalah awal terbentuknya Komunitas TobaDream. Komunitas yang mayoritas anggotanya adalah pengunjung setia blog bataknews ini, telah melaksanakan program tanam pohon di Samosir, Sumatera Utara.

Kliwon Nainggolan mengaku sangat terkesan melihat bermunculannya Batak-batak kultural dari interaksi di blog. Kesannya selama ini orang Batak kan cuma mikirin duit, duit dan duit,”tutur Suhunan mengutip ucapan sepupunya itu saat mereka kopdar di kuburan.

Selain Suhunan dan Jarar Siahan, blogger yang paling dikagumi Kliwon adalah Toga Nainggolan. Suhunan sendiri sangat mengagumi blogger yang juga pendidik : Sawali Tuhusetya. Mereka sudah pernah kopdar, yaitu saat peluncuran buku kumpulan cerpen Sawali di TIM Jakarta, beberapa bulan lalu..

Meski tidak sedramatis kisah kopdar di areal pemakaman ini, sebenarnya sejumlah “keajaiban” telah tercipta berkat peranan blog, antara lain seorang blogger di Malaysia terpilih jadi anggota DPR, dan Barack Obama menjelma dari sosok yang tadinya kurang populer menjadi “presiden di hati banyak orang”, di seluruh dunia.

Itulah dahsyatnya blog…

Sumber : blog tobadreams

==============================================

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

9 Tanggapan to “Kopdar di Kuburan, Sebuah Kisah Nyata”

  1. Elitada News » Kopdar di Kuburan, Sebuah Kisah Nyata Says:

    […] Click here to display full story Tagged: Ahu, Akan, Alai, Alinea, Apala, Atik, Bisa, Borhat, Datang Ke, Dua, Hamu, Korespondensi, Lalu, Maaf, Masih, Namun, Pengarang, Ring Tone, Tahu, Telepon […]

  2. nirwan panggabean Says:

    Horas Lae…
    Satu cerita yang sangat menyentuh perasaan saya, saya jadi berpikir berapa banyak saudara saya yang tidak pernah bertemu lagi sejak saya meninggalkan Indonesia dua puluh tahun yang lalu…
    Teruslah menulis di Blog ini Lae, walaupun mungkin ada yang berusaha membuat Lae Down seperti di Tobadream itu (Lae pasti tau yang saya maksud)
    Terima kasih Lae, GBU

  3. lohot simanjuntak Says:

    dahsyat ate gabe boi kopdar di kuburan
    asa hubayangkon jo kejadian i

  4. realylife Says:

    kapan ya abang ini bisa kopdar juga dengan anggota bloggersumut ????/

  5. Didta Says:

    Kopdar apa sih?

  6. yuhendrablog Says:

    Horas Bang !!!
    udah jadi anggota blogger sumut bang ??

  7. ardan76 Says:

    horas..bung mengharukan sekali ya. kisah nyatanya, numpang promo bang,http://banyumassatria.blogspot.com

  8. partalitoruan Says:

    blog juga lah yang mempertemukan aku dengan itoku si jugul ini😀

  9. Karena Blogging: Cerita Nyata Seputar Blog | Bloggingly | semua tentang blog. dari tips ngeblog (blogging), hingga budaya ngeblog (blogging culture) Says:

    […] Ditulis Oleh Robert Manurung Saudara sepupu semarga yang akhirnya dapat bertemu lagi. Yah, meskipun di pekuburan sih Baca selengkapnya disini […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: