Presiden SBY Bagi-bagi Duit Saat Open House

Untuk open house di Istana Negara dan Cikeas, tampak menonjol iring-iringan tuna netra dan penyandang cacat fisik lainnya. Mereka datang beriring-iringan dari berbagai daerah karena harapan akan dapat bonus lebaran. Presiden memang menganggarkan uang Rp 250.000-Rp 1.000.000 untuk masing-masing dari mereka.

TRADISI membuka rumah (open house) memang sudah berlangsung lama di negeri ini. Di kampung-kampung yang warganya rukun dan hidupnya berdampingan, rumah tetua kampung menjadi tujuan semua warga usai shalat Idul Fitri. Selain sebagai ungkapan hormat, kedatangan ke rumah tetua kampung dirasa efisien untuk saling memberi maaf tanpa harus mengunjungi satu per satu rumah tetangga.

Di Istana Negara Jakarta, tradisi open house juga sudah berlangsung sejak era Presiden Soekarno. Tradisi itu tiap tahun dijalankan dengan perbaikan pelaksanaan untuk kenyamanan rakyat yang berduyun-duyun datang dari berbagai daerah untuk menjabat tangan Presiden dan keluarganya. Open house juga dilakukan para pejabat lain.

Selama Yudhoyono menjadi Presiden dan tinggal di Istana Kepresidenan, Jakarta, sudah empat kali tradisi open house digelar. Selain membuka rumahnya di Istana Negara pada hari lebaran pertama, Yudhoyono dan anggota keluarga juga membuka rumahnya di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat pada hari lebaran kedua.

Tahun 2008 yang disebut-sebut sebagai tahun politik, tradisi itu digelar dengan hadirnya banyak perubahan. Perubahan adalah janji kampanye Pemilu 2004 yang disampaikan Yudhoyono dan akan diulangi untuk disempurnakan dalam kampanye Pemilu 2009. Apa saja perubahan yang terlihat nyata?

Tahun keempat open house, anggota keluarga Yudhoyono bertambah dengan hadirnya Almira Tunggadewo Yudhoyono. Almira adalah cucu pertama Yudhoyono anak dari Kapten Agus Harimurti Yudhoyono dan Annisa Larasati Pohan. Tangis bayi yang belum genap dua bulan usianya ini mewarnai kehangatan acara sungkeman keluarga.

Perubahan lain dalam tahun keempat Yudhoyono adalah kehadiran mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang kerap berseberangan dengan Presiden. Gus Dur adalah tamu pertama Istana mendahului rombongan besar keluarga Wapres Jusuf Kalla. Kehadiran Gus Dur menyita perhatian karena selama ini amat jarang melihat para mantan Presiden dan Presiden akur. Gus Dur juga tamu Istana yang hampir selalu hadir saat peringatan detik-detik Proklamasi kemerdekaan di halaman Istana Merdeka. Gus Dur membedakan betul masalah pribadi, politik, dan pandangan dengan masalah kenegaraan yang menurutnya melampaui perbedaan.

Kejutan kehadiran Gus Dur dimaknai “mak comblang” SBY-JK, Rachmat Witoelar sebagai bentuk dukungan kepada pemerintahan yang ingin melanjutkan kekuasaannya lewat Pemilu 2009. Di tempat yang sama di Istana Negara, tiga hari sebelum open house, Yudhoyono menyatakan akan maju lagi dalam Pilpres 2009 dan sangat mungkin menggandeng Kalla.

Perubahan lain, open house di Istana Negara yang didatangi sekitar 4.000 warga diperpanjang dua jam lamanya dari jadwal selesai pukul 18.00. Lima menit menjelang penutupan, Yudhoyono dan keluarga keluar Istana Negara. Warga diminta bersilaturahmi di Cikeas esok harinya, tetapi karena desakan sekitar 1.000 warga yang tersisa, Yudhoyono tak kuasa. “Baik, open house akan dilanjutkan setelah shalat magrib,” ujar Yudhoyono menenangkan warga yang sudah lelah karena berjam-jam mengantre.

Open house di Cikeas hari berikutnya tidak kalah ramainya. Acara yang dibuka pukul 11.00, sudah disesaki warga sejak pukul 09.00. Menghindari tragedi zakat Pasuruhan, antrean diputar lebih jauh sekitar 500 meter dari Puri Cikeas Indah. Tamu pun dibatasi per rombongan sehingga kepadatan terhindarkan dan aneka macam menu makan siang bisa dinikmati secara nyaman tanpa rebutan.

Untuk open house di Istana Negara dan Cikeas, tampak menonjol iring-iringan tuna netra dan penyandang cacat fisik lainnya. Mereka datang beriring-iringan dari berbagai daerah karena harapan akan dapat bonus lebaran. Presiden memang menganggarkan uang Rp 250.000-Rp 1.000.000 untuk masing-masing dari mereka. “Saya datang dari Cianjur bersama dua teman saya khusus ke Cikeas,” ujar Ujang (36) yang berjalan bergandeng-gandengan dengan sesama tuna netra lainnya.

Meskipun tidak pertama-tama mengharapkan bonus lebaran dari Presiden, bonus itu disyukuri Ujang untuk bekal kembali pulang dan membawa hadiah lebaran untuk anaknya. Sama seperti di Istana Negara, open house di Cikeas juga diperpanjang lantaran masih adanya rakyat yang berdatangan. Di tahun politik, mengecewakan rakyat adalah hal yang pantang dilakukan. Apalagi, niat untuk maju kembali dalam Pemilu 2009 sudah dinyatakan.

Sumber : Kompas.com

judul asli : Open House di Tahun Politik

Tag: , , , , , , , , , ,

9 Tanggapan to “Presiden SBY Bagi-bagi Duit Saat Open House”

  1. r.h. sibuea Says:

    Pak Presiden…
    Bukan uang itu tak cukup untuk ukuran Indoensia yang miskin…semuanya mahal. Sekolah dengan jualan kecap bernama biligual dan unggulan membuat kami semakin miskin, karena sekolah negeripun ikut-ikutan jual kecap….rumah sakit dan obat…mencekek leher jika tak mampu bayar, keluarga kami mati di tempat……
    Lihatlah di pasar sudah harganya mengelus dada…keaslian bahan makananpun tak terjamin, ayam tiren, tahu formalin, susu melamin akh…apalagi yang dilakukan orang meraup untuk dengan penderiataan anak bangsa..

    Tak peduli SBY-JK mau lima kali jadi presiden dan wapres…tapi beri kami “senyum”….beri kami “tawa” dan beri kami harapan untuk meraih kemajuan dalam hidup…jangan kepalsuan sepalsu “bahasa kampanyemu”…beri kami damai ditengah derasnya dan kuatnya saudara sebangsa membatasi gerak “ibadah” kami atas nama “syariah”….

    Pak SBY..Karno mati meninggalkan nama “pendiri bangsa” bukan pemberi makan…setelah itu Suharto, Habibie, Gusdur dan Megawati…tak akan dikenang apa-apa karena tak ada artinya mereka bagi kami kaum marginal…nama mereka mati…jika mau di kenang di akhir masa mu kini…belum terlambat, bangkitkan kami…bangkitkan kami…

    Bukan uangmu..Pak SBY…tapi hatimu…………..! (menyambung lidah anak-anak putus sekolah)

  2. Singal Says:

    kaya juga beliau……………., hmmm tidak apa-apa kaya kan?

  3. RItool Says:

    Wah…. bagus itu !

    Wapres atau menteri-menteri lainnya atau pejabat tinggi lainnya, ada buat seperti itu tidak ?

  4. Iman Brotoseno Says:

    Bagi saya aneh, korelasi antara bagi bagi bonus dengan semangat silahturahim di hari raya. Tapi kalau dikaitikan dengan uang politik tebar pesona, ya mungkin apa bedanya antara sekarang atau nanti sewaktu pemilu nanti.

  5. David Silaban Says:

    menolong dengan memberikan uang bukanlah jalan keluar dari penderitaan hidup… jika mereka mau ditolong, berikanlah mereka pancing, kecuali untuk kepentingan 2009, sudah biasalah di negeri ini.

  6. kojek Says:

    Pak SBY …. bagi duitnya donk, situ kan kaya semenjak jadi ajudan Suharto hingga sekarang jadi presiden? kan pak SBY salah satu tentara yang menguasai tambang …. nah sekarang malah penguasanya segala tambang …. wuiiiiih kaya betul pak SBY, klo saya sedekah cuma sekedarnya, mestinya sebagai penguasa pak SBY sedekahnya memberi lapangan pekerjaan bagi jutaan pengangguran ato langsung terjun ke tempat bencana seperti lapindo …….

  7. Togar Silaban Says:

    Ah, sekarang kan sudah masa kampanye Pemilu, bagi-bagi uang ke orang ya dalam rangka kampanye lah. Kan sudah jelas sejelas-jelasnya. SBY gitu cara kampanyenya.

    Gitu aja kok repot.

  8. kangtutur Says:

    😆
    Sekali SeTaun

  9. fUNKYnETER Says:

    Hallo teman teman semua… Aku hari ini dapat sms yg menyatakan bahwa no.Saya dapat bonus duit 15 juta.. Terus saya di suruh menghubungi ke no. Yg katanya Ke RCTI .. Yg dalam rangka hut yg 19 sby bagi bagi bonus. Gimana teman teman ini suatu tindakan penipuan atau bukan…. Kok masih ada yah yg menipu di jaman kayak gini.. Jaman yg serba susah … Bukannya saling membantu malah saling menipu… saya dari http://funkyneter.waparea.net silakan kunjungi website saya bila anda tahu tentang hal tersebut. Thanks ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: