Cinta itu Pemborosan dan Merusak…


…mengguritanya bisnis yang mengeksploitasi cinta adalah lantaran hampir seluruh penduduk bumi telah diposisikan menjadi KONSUMEN cinta, padahal seharusnya kan sebagai PRODUSEN ?

Oleh : Robert Manurung

PERNAHKAH Anda iseng-iseng menghitung, berapa sih pengeluaran Anda per bulan untuk, demi, dan karena cinta ?

Jangan kaget, hampir dua pertiga dari penghasilan bersih Anda dibelanjakan untuk, demi, dan karena cinta! Tidak percaya ? Cobalah mencatat pengeluaran Anda bulan lalu, kemudian pilah-pilah dan kelompokkan; Anda pasti akan manggut-manggut.

Tentu Anda sendirilah yang paling tahu jenis pengeluaran apa saja selama bulan lalu yang berkaitan dengan cinta. Tapi, tidak ada salahnya kita elaborasi, apa aja sih yang termasuk ongkos cinta.

Kemajuan zaman telah melahirkan banyak pos-pos baru untuk, demi, dan karena cinta. Yang dimaksud kemajuan adalah gabungan faktor-faktor perubahan gaya hidup, kemajuan teknologi, dinamika politik, pasang surut ekonomi, menguatnya individualisme, hancurnya tatanan sosial, kekerasan di mana-mana; yang membuat setiap orang mudah bosan, kesepian, merasa tidak aman dan akhirnya tanpa sadar tergiring ke cara hidup konsumtif dan hedonis, yang dikonstruksikan oleh dunia industri.

Bagi yang sedang pedekate atau sudah terikat hubungan percintaan, lebih gampang menandai jenis-jenis pengeluaran itu. Sedangkan bagi yang masih jomblo, baik karena belum punya pacar atau sudah bubaran, mungkin akan menyangkal kalau dikatakan mengeluarkan ongkos untuk cinta.

Jenis-jenis pengeluaran standar bagi yang sedang berpacaran : busana dan penampilan, hal-hal yang bisa meningkatkan gengsi dan bonafiditas (mobil, rumah/apartemen, perhiasan, membership di club tertentu, dan segala macam gadget) pulsa, biaya transportasi, makanan saat kencan, sewa tempat kencan, hadiah-hadiah, sewa koneksi internet, tiket bioskop, novel, segala macam barang dengan gimmick bertema cinta (termasuk gonta-ganti ringtone), dll, dll..

Bagi yang sedang jomblo, coret saja jenis-jenis pengeluaran untuk kencan dari daftar di atas, sedangkan selebihnya sama. Itulah ajaibnya cinta, Anda bisa mengeluarkan ongkos untuknya, padahal belum menjadi member atau malah sudah keluar. Lebih aneh lagi, pengeluaran bagi yang putus cinta, apalagi sampai patah hati, bisa lebih besar dibanding pengeluaran mereka-mereka yang sedang kasmaran. Neurosis akibat putus cinta memang sangat mahal pengobatan dan pemulihannya. Tak jarang dibayar dengan nyawa. .

Pertanyaannya : sepadankah semua pemborosan dan pengorbanan kita untuk cinta dibandingkan kegembiraan sesaat, ikatan yang rapuh, dan sedikit kebahagiaan yang ditimbulkan oleh cinta ? Orang-orang yang patah hati atau menderita neurosis akibat cinta lebih tahu jawabannya. Sebaliknya, mereka yang sedang kasmaran akan menganggap pertanyaan ini tidak perlu, mengada-ada, dan usil.

Pertanyaan kedua, mengapa begitu sedikit orang yang benar-benar terbahagiakan oleh cinta ? Mungkin akan lebih jelas kalau bentuk pertanyaannya dibalik : mengapa cinta justru mengacaukan, dan bahkan menghancurkan, kehidupan banyak orang ?

Pertanyaan ketiga : jangan-jangan pemborosan untuk cinta, dan destruksi yang ditimbulkannya, lantaran jenis cinta yang kita jalani memang bersifat kebendaan, bisa dibeli, dan tentu saja hanya menghasilkan kesenangan dan kebahagiaan yang bersifat fisik juga; serta hanya membentuk ikatan fisik dan perkongsian belaka ?

Pertanyaan keempat : bukankah mengguritanya bisnis yang mengeksploitasi cinta adalah lantaran hampir seluruh penduduk bumi telah diposisikan menjadi KONSUMEN cinta, padahal seharusnya kan sebagai PRODUSEN ?

Pertanyaan kelima : mengapa manusia begitu mementingkan cinta, bahkan sampai menjadikannya sebagai tujuan utama dalam kehidupannya, namun di sisi lain jarang sekali orang yang sungguh-sungguh belajar tentang cinta dan melatih diri menjadi pecinta dengan kualitas setara Einstein di dunia sains, Bill Gates di bidang komputer, Beethoven di ranah musik, Bung Karno di dunia politik, Giogio Armani di dunia rancang busana, Oprah Winfrey di bidang komunikasi-entertainment, Robert De Niro di seni peran, Tiger Woods di olahraga, dan lain-lain.

Pendeknya, kenapa umat manusia mati-matian belajar mengenai hal-hal sekunder, sementara sekolah atau program pasca sarjana untuk bidang pengetahun primer, yaitu cinta, tidak pernah diadakan ?

Inspirasi : cinta tidak memberikan apa-apa kecuali cinta itu sendiri, dan tak meminta apa-apa kecuali dirinya utuh-penuh (Khalil Gibran)

Tag: , , , , ,

15 Tanggapan to “Cinta itu Pemborosan dan Merusak…”

  1. Syahrul Hanafi Simanjuntak S.15 Says:

    Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia. Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.

  2. Lidya Hutagaol Says:

    karna cinta… aku bahagia
    karna cinta… aku juga menderita

    karna cinta… aku bertemu orang-orang yang kucinta
    karna cinta… aku rela memberikan yg terbaik yg ada padaku, tulus & tanpa mengharap balasnya, sangat bersyukur jika dihargai walau sedikit saja

    yang pasti,
    karna cinta… aku ada di dunia

    cinta oh cinta

  3. rhenyfaradina Says:

    Cinta..
    Hampir semua orang bilang, cinta itu pengorbanan.. berkorban waktu, uang, bahkan dirinya sendiri..

    Tak jarang juga demi cinta orang rela mengorbankan perasaan dirinya, walaupun disakiti, dicaci, dikecewakan dll. katanya semua itu karena cinta… padahal cinta itu menyakitkan..

    Apa sih arti sebenarnya Cinta??

    Kenapa kita mau terpenjara oleh cinta? kalo memang kita bisa mencintai seseorang, kenapa kita gak bisa mencintai diri kita sendiri? sampai2 kita rela mengorbankan diri sendiri, padahal belum tentu kita hidup selamanya dengan orang yang kita cintai sekarang…

  4. batuhapur Says:

    betul.. tp gimana lagi.. klo udah cinta berkata.. akal sehatpun gak jalan…

  5. Mihael Ellinsworth Says:

    Proses perkenalanku dengan manusia selama ini bermuara dari mengenal lawan jenis.

    Meski teman pun bsia menjadi alternatif.😀

    No sacrifice, no winning. ~Samuel Archibald Witwicky, The Transformer

  6. gi Says:

    cinta adalah anugrah Tuhan, bersyukurlah jika pernah mencintai dan dicintai. ketika cinta bersemi tak ada yang lebih indah selain bunga-bunga cinta yang bermekaran namun Jika suatu ketika hati kecewa dan hancur karena cinta jangan menyalahkan cinta, nikmati saja daripada tidak pernah merasakan indah dan pedihnya cinta

  7. rumanav Says:

    bravo Lae.. ternyata wajah lae doang yang sangar.. ngerti juga soal cinta

  8. nirwan Says:

    kurasa karena lae belum kenak cika-nya aja itu … hahahahahaa😀

  9. Syahrul Hanafi Simanjuntak S.15 Says:

    @ rumanav

    Ya iyalah…kalo ga mana mungkin Raja Huta bikin blog bernama AYO MERDEKA, paling tidak dia CINTA NEGERI-nya, ya kan? hehehehe
    Salam kenal bung Rumanav!

  10. Lerina Says:

    Yang terpenting bukanlah bagaimana kita merangkai kata terindah untuk mendefinisikan hakikat cinta.
    Namun, yang paling penting adalah bagaimana bisa memadu cinta secara indah, bisa mencintai dan dicintai….

    Cinta nggak pernah salah.
    Yang salah hanya ambisi dan nafsu.

    Bahkan Tuhan sekalipun adalah Sang Maha Cinta; karena dari Tuhan-lah semua cinta berpusat.

    Jangan pernah salahkan cinta untuk semua pemborosan, ketidaksetiaan, dan hal-hal buruk lainnya.
    Salahkanlah ketidakkuatan komitmen yang terbentuk, ketidakbenaran ambisi yang muncul, dan terlalu buruknya nafsu yang ada.

    Cinta itu indah….
    Karena Tuhan sendiri telah membuat dunia ini sebagai tanda cinta bagi makhluk-Nya.
    Pemborosankah semua itu?

  11. Toink Says:

    Susah bro…berarti anda tidak pernah merasa dicintai tapi tunggu dulu maksud anda membuat pernyataan diatas seperti apa?karena anda hidup dan bisa menulis di blog ini juga karena cinta dari orangtua anda khan??ah…mudah-mudahan anda membuat pernyataan diatas hanya sekedar hiburan belaka

  12. Robert Manurung Says:

    @ Semuanya

    Ternyata benar seperti yang aku duga sebelumnya, tulisan ini memang banyak menimbulkan respon yang salah. Buat Anda semua yang sudah terlanjur berkomentar, coba pikirkan sekali lagi komentar Anda, dan lebih baik lagi kalau Anda baca kembali artikel di atas.

    Terima kasih.
    salam merdeka!

  13. vera manurung Says:

    Hallo bang.. kalo pertanyaan cuma kenapa orang mengejar cinta mati-matian ya kemungkinan besar karena orang senang akan perasaan yang dihasilkan oleh cinta tersebut….

    Saya pikir… cinta itu adalah hal yang memabukkan… pada tahap mabuk, tentunya orang tidak make sense… tidak lagi punya kemampuan untuk berpikir rational ttg apapun itu… Nah, kondisi ini dimanfaatkan sedemikian rupa oleh para produsen… dan mereka membombardir para “pencinta” dengan ideas that they need this and that untuk bisa bergengsi dan punya daya “saing” yang kuat bagi lawan jenis nya… Para pencinta sadar ato tidak terseret oleh arus mainstream ide cinta tersebut… Pada stage “love tipsy” seperti ini, manalah orang mampu berhitung apakah dia melakukan pemborosan ato tidak… yang penting adalah memenangkan hasrat hatinya yang dia artikan sebagai cinta itu…

    Agaknya kesalah-kaprahan dalam mengartikan cinta ini berawal dari ketidak-mengertian ttg apa cinta itu sendiri… Hal cinta, kelihatannya sepele, tapi ternyata cinta ini adalah source of life… makanya sebenernya dibutuhkan pengertian yang dalam dan luas mengenai apa artinya cinta, dan bagaimana cara mengaplikasikannya… Manusia harusnya sudah lebih bisa membedakan antara love and lust… antara cinta dan nafsu…
    Sejauh ini, saya rasa peranan teman sepergaulan masih amat sangat mendominasi pengertian seseorang ttg cinta… tapi saya rasa justru peranan orang tua lah yang seharusnya lebih dominan disini…

    Orang tua bisa menjadi contoh didalam mereka membangun hubungan cinta kasih… tapi sekedar contoh rasanya tidak cukup… komunikasi ttg cinta juga harus dilakukan… di diskusikan… tentunya diskusi ttg cinta tidaklah bisa dilakukan begitu saja… terlebih dahulu harus ada trust yang terbina antara anak dan orang tua… dan untuk menumbuhkan trust ini, komunikasi harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum sang anak mengenal cinta… yaitu dari saat mereka masih kecil…. Panjang usahanya ya…

    Kebanyakan orang malas “belajar” ttg cinta karena mungkin mereka tidak suka di”ajar” dengan benar… Pengajaran itu sifatnya adalah membenarkan apa yang tidak benar… sedangkan pada saat jatuh cinta semua hal yang tidak benar pun bisa jadi jungkir balik dan menjadi benar… Nah, sifat manusia yang tidak suka dikritik akhirnya lebih memilih yang enak-enak saja… tidak mau susah… sampai akhirnya perasaan jatuh cinta-nya berakhir… masih tetep tidak mau rational, sehingga bisa terjadilah suicidal thought (even more than that)….

    Kasian sebenernya manusia itu… tapi pada saat dikasih tau yang bener eh ga mau…
    ya udahlah kalo gitu…

    Peace bang… ^_^

  14. Pauline Sirait Says:

    Cinta ya? Hm… Cinta itu memang ajaib dan luar biasa pengaruhnya. Bisa mengubah suasana hati, fikiran dan bahkan mengubah perilaku dan kebiasaan. Ketika jatuh cinta, dunia serasa jungkir balik. Karena itulah dengan tanpa disadari kita rela membayar harga mahal untuk CINTA….Mungkin bisa juga kali beberapa gambaran tentang cinta berikut ini bisa ditelaah…

    Cinta adalah….
    Bagaikan lampu, perlu diisi dengan minyak dari hati seseorang, jika tidak cahayanya akan meredup
    Bagaikan api, tetapi bila ia menghangatkan hatimu, tetapi bila ia menghangatkan hatimu, kau tak pernah bisa mengatakannya
    Bagaikan kupu-kupu, ia pergi ke mana ia suka dan bersuka ke mana ia pergi
    Bagaikan selembar karya seni, bahkan yang paling kecil sekalipun bisa terlihat begitu indah
    Bagaikan selembar kanvas yang dihiasi keindahan panorama alam dan bersulamkan benang-benang imajinasi
    Bagaikan matahari yang muncul dari awan-awan dan menghangatkan jiwa kita
    …satu-satunya kekuatan yang mampu mengubah musuh menjadi sahabat
    …wajah kehidupan, topeng kematian, awal mula penciptaan dan penutup nafas kehidupan
    …rasa dahaga untuk berhubungan erat, bukan sekedar perasaan, namun dengan jiwa seutuhnya
    …sebuah pergumulan, sebuah peperangan, sesuatu yang senantiasa tumbuh dan berkembang
    …perhatian yang penuh pada kehidupan dan pertumbuhan orang yang sangat kita kasihi
    …bagaikan melihat hantu (hmmmm…hmmmm….)
    kita membicarakannya, tapi hanya segelintir orang yang pernah bertemu dengannya…..
    ….lambang keabadian; ia menyatukan semua tujuan waktu!
    ….sesuatu yang menakjubkan, yang tak perlu diambil dari seseorang untuk diberikan kepada orang lain (engkau selalu memilikinya lebih dari cukup untuk diberi pada orang lain)
    ….ekspresi kesederhanaan dalam emosi, kerinduan yang tak tergapai yang muncul begitu tiba-tiba…
    ….segala yang kita miliki, satu-satunya jalan untuk saling menolong
    ….keinginan tak tertahankan yang diinginkan begitu tak tertahankan
    ….kekuatan yang menyembuhkan jiwa dan menghiburkan hati…
    ….keadaan yang mencemburukan namun tidak mengenal dengki atau kejahatan, hanya empati dan kerinduan untuk menjadi lebih besar daripada dirinya sendiri…
    ….sesuatu yang abadi; rupa mungkin berubah, tetapi bukan hakekatnya.
    ….sebuah tanda dari langit bahwa engkau ada di sini untuk satu alasan…
    ….sebuah keputusan, bukan emosi atau perasaan, bahwa jika dibuat dari hati dia akan mengalahkan segalanya…
    ….apa yang membuat lelaki lemah menjadi berani; dan seorang raja rela melepaskan mahkotanya…

    (AM I CORRECT ????)

  15. dinandjait Says:

    Aku agak banyak kurang setuju dengan beberapa tanggapan diatas.

    Aku berpikir, kalo CINTA dan “suka” itu berbeda.

    “Suka” akan mengharapkan balasan dan selalu berharap. Sifatnya consume. dan karena manusia punya sifat ‘eneg’ dimana suatu saat, rasa suka yang ditafsirkannya sebagai ‘cinta’ akan memunculkan sifat yang bertentangan dengan sifat yang semula diharapkan. Kalau begini, mereka akan mengatakan istilah berikut: korban cinta, karena cinta-menderita, dikecewakan, pedihnya cinta

    CINTA akan ‘melepaskan’. Tidak mengharapkan, namun dengan tulus, ikhlas memberi. Sisi ini diinterpretasikan kak “rhenyfaradina” sebagai pengorbanan. Aku ga tau apa ini benar atau salah. Tidak banyak manusia yang mengerti sifat CINTA ini, juga aku, karena manusia hanya debu.

    Kalau aku bisa menghayal, TUHAN lah sang CINTA itu. Hanya di dalam TUHAN lah aku bisa mengenal CINTA. Aku harus masuk kedalamNya baru aku tau apa arti CINTA dan bagaimana CINTA itu bekerja. Jika sampai ke dalam tahap ini, pengemis bisa kucintai, pemeluk agama lain, binatang(dari kucing sampai ikan paus), alam, negara, bahkan teroris(bukan kelakuannya tetapi lebih kepada rasa yang ingin mengembalikannya kejalan yang benar, serta memaafkan perbuatannya). TANPA ADA KATA HARAM.

    CINTA yang ini aku kenal ini biasa juga disebut dengan KASIH. Untuk memaafkan, untuk memperbaharui, membela yang benar, selalu memberikan jalan yang baru, mempertahankan kebaikan, untuk berbuat jujur, untuk rela dicela, dan seperti yang dibilang ito Pauline “untuk merelakan melepaskan mahkotanya”.

    Tetapi di luar CINTA dari TUHAN hanya ada “cinta” yang semata mata hanya nafsu dan rasa suka manusiawi.

    Yang agak kontroversial kurasa, CINTA itu ANUGERAH, artinya kalau dicari ga akan didapat. Cara mendapatkannya hanya jika Sang Pemberi ANUGERAH itu yang memberi. Kalau kau sudah dikasi CINTA, bagikanlah dengan cuma-cuma. Kalau tidak, CINTA yang dikasi itu pasti dicabut, cepat atau lambat. Jangan keraskan hatimu.

    Itulah dulu dari aku nanggo apala otik.. Yang keberatan, tanya sama bang Robert. Hehe. Aku lari dulu sekilas.

    Salam damai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: