TOLAK RUU PORNOGRAFI! Karena Garuda Pancasila Bukan Burung Onta…

Karena Garuda Pancasila bukan burung onta; yang menyembunyikan kepalanya di pasir ketika bahaya datang; yang menyangkal realitas dengan eskapisme; maka Indonesia harus dijaga dari imperialisme budaya asing–yang puritan, hipokrit, dan merendahkan martabat manusia.

Karena Garuda Pancasila bukan burung onta; melainkan simbol keberanian, kejujuran, dan integritas; maka Indonesia tak boleh berubah menjadi tempat persemaian budaya asing yang membenarkan kekerasan demi kekerasan itu sendiri, gigi ganti gigi, mata ganti mata, dan merendahkan kaum perempuan,

Karena Garuda Pancasila bukan burung onta; Indonesia harus dipertahankan sebagai rumah bersama bagi suku-suku di Nusantara; sebagai tamansari kebudayaan suku-suku dari Sabang sampai Merauke; sebagai bangsa berdaulat yang dibangun di atas pondasi kemajemukan, toleransi, dan gotong-royong; dan sebagai tempat yang damai untuk memuliakan nama Tuhan sesuai ajaran agama dan keyakinan masing-masing.

Karena Garuda Pancasila bukan burung onta, cegah legalisasi kelompok-kelompok anarkis menjadi polisi moral partikelir, yang merupakan “kuda troya” untuk menggerogoti ideologi Pancasila dan kemudian menggantinya dengan ideologi sektarian.

Karena Garuda Pancasila bukan burung onta, TOLAK RUU PORNOGRAFI !

Iklan

Tag: , , , , , , , , , ,

38 Tanggapan to “TOLAK RUU PORNOGRAFI! Karena Garuda Pancasila Bukan Burung Onta…”

  1. michaelsiregar Says:

    Sangat mendukung pendapat Lae Robert Manurung, Undang undang harus untuk semua kepentingan bukan untuk pihak pihak tertentu.

    BTW, kemarin ada berita yang cukup unik yang mungkin berkaitan tentang peraturan umum.
    Seorang senator Amerika (semacamDPR) Ernie Chambers yang berasal dari negara bagian Nebraska, mengajukan tuntutan kepengadilan atas semua hal yang terjadi didunia seperti Gempa bumi, banjir dan bahkan terorisme, pihak tertuduh…? TUHAN…!

    Sebenarnya dia hanya ingin menunjukkan bahwa di Amerika semua orang sama dimata hukum, semua orang bisa menuntut dan dituntut, meskipun dia Ngawur..! tapi tetap resmi dilindungi hukum.
    Pengadilan membatalkan tuntutannya dengan alasan, pengadilan tidak bisa menemukan alamat yang jelas dari pihak tergugat, sehingga tidak bisa menyampaikan surat panggilan pengadilan.

    Michael-USA

  2. Robert Manurung Says:

    @ michaelsiregar

    sangat cerdik alasan yang dikemukakan pengadilan untuk menutup kasus yang ganjil itu. meski aneh, peristiwa yang lae sitir itu tetap berguna sebagai bahan pembanding.

    terima kasih infonya, dan kejelian lae menyodorkan bahan itu untuk mendorong timbulnya pemikiran-pemikiran yang lebih terbuka.

  3. erwinbaja Says:

    Lae Manurung, saya sangat setuju dengan tulisan di atas. Saya yakin di Indonesia juga (sebenarnya) lebih banyak yang setuju daripada yang tidak setuju.

    Seperti pernah saya komen di blognya Lae Jephman, semua ini menurut hemat saya adalah bagian dari grand design untuk mengubah Garuda menjadi Unta. Saya tidak tahu siapa yang punya kepentingan dan apa kepentingannya, tapi kalau dilihat-lihat bahwa kecenderungan ini semakin terlihat sejak 1998 dan mulai makin mengerucut di tahun-tahun belakangan ini.

    Kalau tidak ada perubahan, keberanian dan tindakan tegas pemerintah, saya prediksi paling lambat 10 tahun ke depan Garuda akan jadi Unta…

  4. G. Meha Says:

    Karena Garuda Pancasila bukan burung onta, jangan biarkan hutan kita jadi bakal pusat peternakan onta.

  5. Ordinary Kid Says:

    Hohoho..
    Tolak RUU Pornografi?!
    Pasti Anda suka pornografi?!
    Ya kan?!

    UU itu dibuat untuk melindungi kehormatan perempuan, tapi kenapa ada segelintir perempuan yang menolak?! Memang pihak asing panda berkonspirasi dengan mengirimkan antek”nya untuk mempengaruhi kita agar negara ini hancur, penuh dengan kebejatan moral.Lihat yang dilakukan Francis Fukuyama, ilmuwan politik AS, dengan mewanti-wanti masyarakat Barat, khususnya AS mengenai segregasi moral.

    Saya rasa semua agama menyetujui RUU ini, hanya secara kebetulan saja Islam menjadi pionir. Dalam kasus ini terdapat silent majority untuk mendukung RUU tersebut. Sekali lagi, hanya kebetulan saja ada sebagian kecil yang menolak tapi cukup aktif melantangkan suaranya.

    Jadi, klo Anda menolak suatu solusi untuk menanggulangi kebejatan moral, bukankah Anda ingin negara ini hancur?! Anda hanya bisa menyerang suatu kelompok tertentu, tanpa memberikan solusi sedikitpun.
    ^^

  6. Indra Says:

    Setuju sama kata2nya bung….
    tapi………………. DUKUNG RUU APP!!!
    kita harus melindungi bangsa ini dari degredasi moral… PORNOGRAFI tuh pengaruh budaya asing yg sudah terlalu bebas masuk Indonesia.

  7. erickningrat Says:

    sangat setuju dengan blog ini kreatif banget….

  8. Si DuduL Says:

    numpang lewat…

  9. Robert Manurung Says:

    @ Ordinary Kid

    Kawan, komentarmu terkesan cerdas, tapi sebenarnya kosong, penuh kontadiksi, dan silogisme yang ngawur.

    Supaya anda bisa langsung mengerti kerancuan pada komentar Anda , atau jangan-jangan berpangkal dari kerancuan berpikir Anda, maaf, baiklah aku ajukan pertanyaan-pertanyaan :

    1. Bicara kebejatan moral, mana yang lebih buruk melakukan korupsi dibanding melacur ?

    Pertanyaan ini muncul karena orang-orang yang sok moralis di negara ini adalah pendukung diam-diam para koruptor. Banyak perempuan di negeri ini yang terpaksa menjual diri demi menghidupi dirinya dan keluarganya; dan kondisi itu berpangkal dari tindak korupsi oleh para penyelenggara negara yang didukung diam-diam oleh ormas-ormas agama.

    Bukankah departemen agama adalah salah satu sarang korupsi di republik ini ? Dan bukankah urusan pemberangkatan jemaah haji adalah salah satu lahan paling subur dengan praktek korupsi ?

    2. Silent majority yang Anda maksud sudah bisa ditebak pasti beragama Islam. Tapi, bukankah mereka pertama-tama adalah orang Jawa, Sunda, Aceh, Minang, Melayu, Batak, Ambon, Makassaar, dan lain-lain; yang nota bene masih berlumuran dengan tradisi yang secara kasat mata terlihat sensual.

    Pernahkah anda tahu bahwa sensualitas adalah salah satu unsur budaya suku-suku di Nusantara, namun tidak pernah dimaknai sebagai pemicu berahi atau pornografi sebagaimana dimaknai di Timur Tengah yang tersohor dengan tari perutnya yang amat vulgar ?

    Pendek kata, kalau memang Anda orang asli Indonesia dan mengenal budaya suku-suku di negeri ini; bukankah silent majority itu justru penentang RUU Pornografi ? Coba kasih argumen anda sendiri kalau ingin menyangkalnya, jangan hanya klaim-klaim tanpa dasar.

    3. Apakah RUU Pornografi akan mencegah kebejatan moral ? Menyedihkan sekali cara berpikir Anda sehingga sampai menyimpulkan demikian. Apakah ajaran-ajaran moral di kitab-kitab suci berbagai agama masih kurang untuk dijadikan pegangan oleh 220 juta rakyat Indonesia ?

    Dengan cara bertanya yang lain : apakah fungsi pembinaan moral yang dijalankan oleh lembaga-lembaga agama sudah gagal total, sehingga kekuasaan negara perlu dikerahkan untuk memaksa umat Islam, Kristen dan para pemeluk agama lainnya di Indonesia untuk menjalankan ajaran moral agama masing-masing ?

    4. Apakah Anda dan para pendukung RUU Pornografi demikian meremehkan manusia Indonesia, sehingga negara demokrasi ini perlu diubah menjadi semacam kamp konsentrasi dalam aspek moral ?

    Bukankah perilaku integralistik seperti itu, yang mirip praktek-praktek di negara komunis, merupakan pelecehan terhadap kualitas Anda sebagai manusia, yang atas kehendak sendiri tanpa dipaksa siapapun mampu membina diri menjadi manusia yang berakhlak dan budi pekerti yang baik ?

    5. Apakah ANda sudah membaca bukunya Fukuyama atau cuma mencomot kutipan dari tulisan orang, dan akhirnya salah kutip pula ? Rasanya Fukuyama nggak mungkin bicara mengenai segregasi moral, tapi kemungkinan tentang segregasi sosial atau dekadensi moral. Coba periksa lagi contekanmu, kawan, supaya diskusi kita jangan terganggu oleh soal-soal elementer semacam itu.

    Terima kasih sudah ikut berkomentar di sini kawan. Aku hargai semangat dan usahamu untuk meninggalkan komen yang mengesankan, meski jauh panggang dari api.

    salam merdeka

  10. bocah blitar Says:

    @ ordinary kid

    eh jangan pajang-pajang potongan logo kampus gw
    gak pantes buat lo
    malu-maluin almamater aja

    dulu kakekku yang berbaju goni yang suka nonton jaipong meminta merdeka
    katanya “kalau merdeka bisa punya baju tertutup biar gak kedinginan pas nonton”

    kek kayaknya kita bakal dikasi baju tertutup tapi tayub gak bole lagi,
    masi mau merdeka?

  11. wyd Says:

    meski ga ada relevansi antara karena garuda bukan burung onta dengan RUU pornografi, tapi secara pribadi setelah menelaah isi RUU, saya lebih suka RUU pornografi ga perlu disahkan. bukan karena saya suka pornografi atau karena berencana buka forum pornografi!

  12. Singal Says:

    Tidak jelas apa maksudnya RUU Pornografi itu harus dibicarakan di DPR, apalagi mau disyahkan!!, sejak awal RUUP itu sdh harus ditolak.
    Negeri ini tampaknya akan terpecah belah, kalau RUUP itu di syahkan.

  13. ben Says:

    Garuda bukan burung onta, . . sangat setuju. RUU AP membuat manusia indonesia pandai melihat gajah diseberang lautan kelihatan, tapi kutu didepan mata tidak terlihat. Tidak baik menyalahkan pihak lain karena degradasi moral. Perbaiki sistem yang ada bukan dengan membuat sistem baru yang hanya punya muatan untuk menguntungkan kelompok tertentu.

  14. amat Says:

    Orang Kalimantan Selatan itu sangat relegius lho. Dan itu dari dulu. Coba anda ke banjar dan lihat cara mandinya orang-orang banjar yang pada mandi di Sungai. Pornokah itu ? Cara mandi seperti itu bukan hanya terdapat di Kalsel saja tapi hampir di seluruh NKRI dan telah membudaya. Apakah budaya yang ada ini, sudah anda anggab usang dan saatnya diganti dengan budaya yang baru yang dasar hukumnya tertulis seperti RUUAPP itu ? Korupsi yes dan “porno grafi”now. Berfikir lagi;ah teman-teman yang ingin mendukung RUUAPP ini

  15. rayafahreza Says:

    ikutan opini ya…
    kalau menurut saya, sebetulnya yang setuju dan menolak RUU ini sama-sama anti pornografi kok.

    saya yakin nggak ada diantara kita yang ingin ada pornografi. siapa sih yang mau anak dan cucunya jadi terkena pengaruh hal apapun yang negatif? pastinya nggak ada.

    tapi ya, kalau aturan yang lama dirasa nggak cukup (pornografi setahu saya dari jaman dulu ya udah dilarang kok), cobalah buat peraturan yang jelas, manusiawi dan nggak beresiko tinggi.

    kalau RUU itu jelas, nggak rancu, realistis dan nggak punya resiko-resiko penyalah-artian dan salah penerapan, pastinya nggak ada yang protes kan? nggak ada yang mendukung pornografi kok.

    ini, baru wacananya aja udah menimbulkan perpecahan. apalagi nanti kalau diterapkan?

    terus ya, kalau bisa kita jangan kebawa emosi. kalau nggak emosi, sama-sama bisa melihat lebih jelas. yang pro RUU ini juga jangan asal tuding bahwa yang menentang berarti pro-pornografi. itu namanya sudah memfitnah dong. nggak ada yang pro-pornografi di negeri ini. insyaAllah kita sama-sama orang yang punya akhlak kok.

    terima kasih sudah dikasi tempat ikutan beropini 🙂

  16. dg.limpo Says:

    Menolak bukan asal menolak, setuju bukan asal setuju…mari kita cari jalan tengahnya. Kita juga tentu tidak menginginkan pembiaran terhadap pornografi di negeri ini berlangsung terus, setidaknya bisa dibatasi atau dicarikan cara agar generasi muda bisa di lindungi dari pengaruh negatif era informasi global.
    Korupsi berbahaya, pembiaran pornografi juga berbahaya.
    —salam—

  17. gandhos Says:

    ‘Tul …. salut ……
    Tetap semangat menyuarakan Kedaulatan Rakyat …..

  18. bisaku Says:

    RUU Pornografi adalah salah satu jalan bagi Indonesia menjadi Uni Soviet ke 2 …

    Sorry bila itu tidak menyenangkan, tapi itulah kenyataan yang bisa terjadi!

  19. asuna17 Says:

    hmm, memang masalah bangsa kita sangat kompleks, mulai dari korupsi yang anda contohkan di dept. agama, kriminal, kelaparan akibat paceklik, banjir, degradasi moral prilaku masyarakat dll masih banyak jika saya sebutkan semuanya.

    Apabila anda tidak setuju dengan ruu p dengan alasan korupsi adalah masalah utama, maka anda bertindak seolah-olah korupsi adalah inti dari kasus kebejatan moral masyarakat bangsa ini.

    Itu adalah salah anda tidak memberikan solusi malah menghapus solusi dengan memberikan pertanyaan mengenai permasalahan laen yang tidak ada hubungannya dengan masalah pornografi di negeri ini.

    Jika anda mengetahui solusi pornografi yang sudah menjalar di setiap lini kehidupan masyarakat yang berakibat besar, contohnya kasus pemerkosaan, pelecehan seksual, Lokalisasi, penyebaran virus HIV aids, dan masih banyak lagi.

    Coba anda kemukakan solusi anda jangan menambah masalah atau menghindar dengan alasan yang laen.

  20. gandhos Says:

    chk …. chk ….. ya beginilah cara pencucian otak bagi bangsa yang tertindas …
    mulai dari kebodohan, isu SARA, ajaran Moral ….
    Bangsa Indonesia dari dulu mempunyai tabiat santun !!!!!! bahkan sebelum agama menjajah Indonesia….. ajaran dari Arab? NO WAY.

    jadi ingat puisi temen ….

    DEMORALISASI REFORMASIBASI

    seberapa hebatnya “kemiskinan” ra’yat jelata di prancis?
    seberapa hebatnya penderitaan ra’yat miskin indonesia?

    paris pun terbakar apinya gerakan anti penindasan
    perlawanan ra’yat nuju masyarakat yang lebih manusiawi
    manusia bukan hanya perlu sandang-pangan-papan
    juga rasa hidup aman dari ketidakpastian lapangan pekerjaan
    dan tentunya dunia tanpa cakarnya rasisme & fasisme

    tapi memang aneh dongeng dari negeri sendokir bos!
    kemiskinan bukan berlagak tak bisa mikir
    bahwa jaguar kerabat penguasa itu model terbaru!

    oya?!
    iya, kampuang awak bukan punya kita lagi

    bos, beta tak rela
    laut, gunung, dan sawah sudah tergadaikan
    terjerat hutang berbunga “derita tiada akhir”

    ditambah rayuan genit kerlip sinar berlian menyihir
    nikmatnya kekayaan haram menutup matabatin
    pahala dibeli lewat obral amal uang hasil nyolong
    begitulah jalan ceritanya bos

    bosan rasanya di indonesia tak ada perlawanan
    mungkin bacot politisi elite telah disumpelin segepok dollar
    sehingga pidatonya cuma berputar-putar soal ajaran anti moral
    lalu kata anak singkong “politisi hobinya ngebohong”

    ah ya, semua itu perlu proses alamiah bos
    jangan belagu nunggu imajinasi jadi gagu
    gunakanlah akses dunia maya sepantasnya
    nyalakanlah, api syair puisi anti kemiskinan!

    salam, heri latief
    amsterdam, 1 april 2006

  21. batuhapur Says:

    maaf ya klo komentar saya ini agak ngawur…

    klo saya melihat RUU AP itu adalah salah satu jurus untuk memuluskan langkah untuk menjadi negara Islam. jadi tekniknya mereka berusaha memenangkan hati rakyat,dengan memanfaatkan keadaan bangsa yang sedang krisis..

    bahkan klo gak salah kemarin RUU Ap itu sebagai hadiah bulan ramadhan.. nah.. kan udah jelas apa itu semua.
    liat aja sepak terjang mereka, mulai dari adanya SKB 2 menteri, dan perda2, bahkan sekarang in aceh syariat islam udah diberlakukan, mungkin dareah lain akan menyusul…

  22. Ordinary Kid Says:

    Aha, perdebatan semakin menarik..

    Tapi tampaknya jika saya membalas argumen Anda, tak ada habisnya.
    Seperti di web-web lain yang membahas perihal seperti ini. Jadi, tak berguna.

    Saya cuma mw tanya,

    Jika anda menilai alternatif yang diajukan dalam bentuk RUUP tidak sesuai diberlakukan di negara ini.

    Solusi apa yang Anda tawarkan untuk memecahkan krisis moral di negeri ini!

    Saya rasa ini pertanyaan ini dari awal, belum Anda jawab.
    Biar masyarakat tahu, solusi mana yang terbaik.

    Saya melihat RUUP ini hanya sebuah solusi, toh jika Anda punya solusi yang lebih brilian, tak tertutup kemungkinan untuk dikritisi hingga kemudian diterapkan.

    Salam, =P

  23. agiek Says:

    @ordinary kid

    iya saya setuju kita perlu solusi. Tapi yang namanya solusi kan sayogyanya tidak menimbulkan permasalahan baru yang lebih pelik. Nah disitulah letak, ketidaksetujuan kami yang menolak substansi RUU ini. Karena adanya potensi konflik horizontal yg sangat tinggi bila RUU ini diundangkan.

    Solusi terhadap masalah pornografi, saya kira undang2 yg sudah ada sudah cukup ko. Tinggal pelaksanaanya aja yg perlu dipertegas. Seperti UU ttg kebebasan pers, UU Penyiaran, dan lain2.

    gimana?

  24. rumanav Says:

    @ordinary kid
    Solusinya mulailah dari dirimu sendiri utk berbuat yang terbaik bagi negeri ini.
    Bagi orang-orang munafik, mmg burung garuda itu terlalu terbuka sayapnya.. kalo onta kan nyaman

  25. Ordinary Kid Says:

    @agiek

    Solusi adalah hasil dari pemikiran manusia. Saya pikir ada kalanya terjadi apa yang namanya kelemahan. Jika Anda hanya berkata “Kami tidak setuju!”
    Lalu, solusi seperti apakah yang Anda tawarkan?!

    Anda layaknya John McCain yang hanya melakukan manuver terhadap program-program yang digagas oleh Barrack Obama tanpa memikirkan alternatif sendiri untuk memecahkan berbagai persoalan?!

    @rumanav

    Saya setuju, sosialisasi secara person to person untuk berbuat baik adalah langkah yang paling bijak. Tapi, apakah sosialisasi merupakan sesuatu yang efektif jika lingkungannya sangat berpotensi untuk menjerumuskan?

  26. okky Says:

    bagaimana mau buat uu, kalo di ruu-nya pasal 1 ayat 1 aja multi tafsir. trus pasal2 dst-nya gimana??? kalo bentar jadi uu, bararti negara ini bisa jadi negara multi tafsir.
    kalo menurut saya, soal moralitas itu urusan pribadi/keluarga. dimana orangtua mempnunyai tugas dan tanggung jawab untuk mendidk dan memberi penjelasan pada anak2 mereka tentang moralitas. nbegara atau uu tidak bisa mengatur moral dari seorang individu.

  27. sahatmrt Says:

    pornografi sih memang harus diberantas, tapi bukan dengan -meminjam istilah yang dipakai dalam tulisan ini- merubah burung garuda jadi onta.

    dengan mempertajam/memperjelas definisi ayat ayat multitafsir (seperti definisi ketelanjangan), membuang ayat ayat ‘kuda trojan’ atau hal hal yang menjadi keberatan pihak penentang, ruu app ini akan menjadi lebih acceptable (dengan harapan, maaf, kalau ruu app ini memang dimaksudkan untuk memberantas pornografi tentunya).

  28. arif sipayung Says:

    I) Satu Kata, TOLAK RUU Pornografi !

    II) Saya bukan pendukung pornografi.

    Secara sederhana, kalau mau baik dan kuat secara moral, bekali saja anak-anak dengan pendidikan berbasis keluarga dulu berdasarkan pemahaman keimanan kita masing masing..

    Kalau negara sampai turut campur terhadap “isi kepala” rakyatnya di mana lagi kemerdekaan.. mau orang itu “ngeres se ngeres-ngeresnya” selama itu masih ada di dalam isi sebuah kepala. Siapa yg bisa melarang..

    Seorang maling ayam ditangkap, hasil penyidikan dan penyelidikan berdasarkan RUU ini .. ayam lah yang salah, kenapa korban berada di tempat kejadian perkara pada saat terjadi tindak “pencurian” bukan tindakan pencuriannya yang melanggar hukum. aneh 😦

    RUU ini juga mencerminkan kegagalan berfikir secara dewasa dari petinggi-petinggi kita.

    Setiap RUU selalu mempunyai semangat yang terkandung didalamnya.. kita semua dapat melihat dan merasakan “semangat” yang terkandung didalam RUU ini..

    Menjadikan bangsa Indonesia yang kita cintai ini, tercabut dari akar budayanya digantikan dengan keseragaman berfikir dan berbusana.. ora sudi!!!

  29. orang Says:

    Saya kurang peduli yah soal RUU pornografi coz ga bawa keuntungan n kerugian apa2 wat diri saya. Tapi kok saya ngelihat banyak orang2 yg yg anti RUUpornografi itu (termasuk yang nulis blog ini) malah kayak politikus yg diatas: Tema nya Anti RUU Pornografi kok malah mbahas ttg korupsi, n masalah2 laen GA nyambung jadinya..lha wong JUDULnya aja uda jelas RUU anti pornografi ya mbok jgn melenceng. Klo mau mengaitkan antara pembahasan RUU pornografi dengan KKN & tetek bengek lainnya ya kasi judul yg beda dong…

    Satu lagi: Burung Unta ga nyembunyiin kepalanya di pasir (silahkan liat discovery channel )

  30. Robert Manurung Says:

    @ orang

    dengan berkomentar begini Anda sudah berpolitik.

    mungkin burung unta yang di discovery channel itu jenis yang lain.

    salam merdeka!

  31. alfin Says:

    Wong gendeng,,wong edan tenan,,lha saya yang ga pernah shalat aja setuju RUU Pornografi, kok malah ada yg nolak..Punya agama nggak sih loe???mending gue masih bisa berfikir jernih,,,

  32. ian Says:

    kalo itu baik apa salahnya…………

  33. ian Says:

    jangan di tipu dengan idiologi purba kala dengan polesan gaya bahasa modren….negara dan agama tidak bisa dipisahkan karena ruh dan jasad jika terpisah tempatnya bukan dibumi….

  34. parjo doang Says:

    @ ian

    lu bilang negara dan agama tidak bisa dipisahkan, lalu agama yang mana yang harus disatukan dengan negara Indonesia ?

    sekadar nanya doang…aneh sih

  35. lutfi Says:

    ada berita anak2 diperkosa/dicabuli. pencabulnya ternyata melakukan itu mengaku melakukannya karena terangsang setelah melihat VCD PORNO. nah.. jika yang seperti itu tidak diatur oleh hukum yang jelas maka jangan heran perkosaan dan pencabulan tidak akan turun persentasenya. harapannya dengan UU itulah langkah awal kita untuk memperbaiki banga ini dari keterpurukan moral.

    kita lihat perkembangannya….

  36. gogon Says:

    @lutfi: jadi, kalau besok ada orang menembak luna maya karena terinspirasi oleh film ‘bodyguard’ nya whitney houston, maka kita larang saja film-film romatis di indonesia ya….

  37. Toink Says:

    Ah RUU Pornografi ini disatu sisi benar namun disisi lain salah karena persepsi setiap orang akan pornografi itu berbeda sebab apa yang terjadi di Nusantara, Timur Tengah, maupun Eropa dan Amerika sudah jelas berbeda dalam hal pornografi.Namun demikian bagi saya jelas sebab istri saya saja tidak saya ijinkan mengenakan pakaian yang hanya memperlihatkan belahan (maaf) paha sedikit atau bahu sebab itu sudah diluar batasan yang saya anut.Mengenai saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang masih kurang pemahaman dalam berbusana sebaiknya kita memberitahu dengan benar dan dengan pemahaman yang benar tanpa terkecuali apakah itu lelaki atau perempuan.tetapi apabila itu diatur dalam undang-undang maka itu sudah masuk koridor unifikasi atau adanya penyeragaman dalam hal berbusana atau bertindak sebab bisa menggiring kesalahsatu agama tanpa bisa kita cegah.Terima kasih.

  38. ikhwanabd Says:

    lalu, apa yg bisa menggantikan UUP?
    ada kah yg pernah merumuskan?
    dengan tujuan sama dan tanpa menyentuh/menghina privasi?

    saya keliling2 mencari pengganti UUP..sampai masuk ke blog abang yg pastinya ada tulisan apapun 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: