Buang Pemutih Itu, Kalian Pasti Tetap Cantik !

Halle Berry. hitam pun bisa cantik

Halle Berry. hitam pun bisa cantik

Oleh : Robert Manurung

AYO diskusi tentang kecantikan. Perkara yang satu ini bisa membuat perempuan resah dan senewen. Mampu menyihir kaum pria, dan terkadang bisa mengubah arah perjalanan sejarah.

Kecantikan adalah password serba guna dan sakti yang memungkinkan pemiliknya naik ke kelas sosial lebih tinggi, atau paling tidak mendapat perlakuan dan pelayanan lebih baik di kelas sosialnya sendiri. Meski semakin banyak perempuan yang menyadari bahwa kecantikan adalah hadiah dari Tuhan, bukan hasil usaha atau prestasi; dan kendati masyarakat mulai menghargai perempuan karena kecerdasan, kompetensi dan kepribadiannya; namun, kecantikan masih tetap merupakan senjata utama kaum hawa.

Apa sih definisi kecantikan ? Seperti apa gerangan kecantikan perempuan-perempuan dalam epik Bratayudha yang membuat para dewa terpesona, jatuh cinta, dan mengingkari takdir mereka sebagai dewa ? Kecantikan seperti apa yang dimiliki Josephine sehingga seorang jagoan perang sekaliber Napoleon Bonaparte mau bertekuk lutut mengemis cintanya ?

* * *

BANYAK perempuan cantik yang menjadi ikon pada zamannya. Roro Mendut, Nefertiti, Cleopatra, Theodora (mantan pelacur yang menjadi maharani Romawi), Greta Garbo, Marilyn Monroe, Elizabeth Taylor, Imelda Marcos, Widyawati, Hema Malini, Meriam Bellina, Isabelle Ajani, Broke Shield, Cindy Crawford, Lady Diana, Demi Moore, Madonna, Gong Li, Halle Berry, Britney Spears, dan lain-lain. Kalau kita bandingkan kecantikan masing-masing, ternyata satu sama lain berbeda dan unik.

Nah, kalau begitu, apakah kecantikan itu memang serba relatif dan tidak bisa didefinisikan ? Tidak, kalau setiap orang bebas membuat kriteria kecantikan berdasarkan selera dan persepsi masing-masing. Bisa, karena kenyataannya mayoritas umat manusia tunduk pada standar-standar yang didiktekan oleh “rezim kecantikan” tertentu.

* * *

SOSOK Madonna dalam lukisan karya Leonardo Da Vinci selalu disebut-sebut sebagai ikon kecantikan yang abadi. Kebanyakan di antara kita menerima saja doktrin itu mentah-mentah. Mari kita pertimbangkan lagi.

Madonna adalah perempuan berpipi lebar, tembem, batang lehernya besar, dan bahunya gemuk. Memang, pada masa Leonardo membuat lukisan itu ukuran kecantikan ya begitu itulah. Tapi, di zaman sekarang, perempuan mana yang bisa merasa pede dan dan merasa cantik dengan pipi tembem seperti itu?.

Lagi pula, jika kita perhatikan air muka Madonna, ekspresi yang kita tangkap adalah segala sifat-sifat keibuan yang lembut dan tenang, sedangkan perempuan masa kini akan merasa kurang cantik jika wajahnya tidak memancarkan gairah hidup, vitalitas, dan passion. Kecantikan sekarang ini harus menyengat, “maksa”, dan kompetitif.

* * *

MEMANG, selalu ada “rezim” tertentu yang mendiktekan kepada khalayak “doktrin” kecantikan menurut ukuran mereka. Malahan ada masa tertentu, di sejumlah negara, di mana pihak penguasa mendiktekan norma-norma kecantikan. Artinya, kecantikan menjadi urusan politik.

Yang mengherankan, atau lebih tepatnya menyedihkan, norma-norma kecantikan yang didiktekan pihak penguasa bisa sangat nyeleneh dan sadis. Salah satunya ialah deformasi!

Praktek deformasi masih bisa kita lihat jejaknya hingga sekarang di bumi Kalimantan, dalam wujud perempuan dengan telinga memanjang sampai menyentuh bahu. Pastilah sangat menyakitkan jika daun telinga kita dilubangi dan kemudian dipasang anting yang berat, lalu tahun demi tahun daun telinga kita terus memanjang.

Ada yang lebih ekstrim lagi di Afrika, di mana kaum perempuan dipasang gelang gelang di lehernya, dan terus ditambah secara berkala. Akibatnya, leher makin memanjang karena gerak berlawanan antara kepala yang terangkat dan gravitasi bumi pada tubuh bagian bawah. Deformasi yang kejam ini bisa membuat leher melar sampai sekitar 20 cm dari ukuran yang semestinya, dan apabila gelang gelang di leher dilepas maka si perempuan akan mati lemas seketika—karena tulang leher tak kuat menyangga kepala.

Praktek deformasi atau mengubah tubuh manusia demi mencapai standar kecantikan tertentu masih berlangsung hingga sekarang, namun tidak lagi karena unsur paksaan seperti di masa lalu. Anda pasti bisa menebak maksudku : operasi plastik!

* * *

KALAU aku tidak keliru, salah satu kriteria cantik sekarang ini adalah kulit wajah yang terang atau putih. Kriteria ini bersumber dari doktrin yang didiktekan oleh industri kecantikan, dikampanyekan secara terus-menerus melalui iklan di televisi, majalah khusus perempuan, media luar ruang, sinetron, film layar lebar, aneka kontes kecantikan, penjualan langsung door to door, dan lain-lain.

Perempuan Indonesia benar-benar terkepung dari segala penjuru, sehingga yang tidak kuat akan mudah menyerah, lalu menjadi pengikut setia; dan tak sedikit yang kehilangan akal sehat, dilanda histeria, bahkan ada yang berakhir tragis. Mati demi ilusi kecantikan yang semu. Menjadi tumbal bagi kapitalisme yang bersembunyi di balik citra humanis industri kecantikan.

Saudari-saudariku, Anda semua sudah cantik sejak lahir dan akan selalu demikian selama Anda mau menggunakan akal sehat, dan yang paling penting hidup secara wajar dan sehat. Memang, industri kecantikan bukan penjahat, tapi mereka adalah super power di bidang pencitraan, sehingga Anda semua bisa terbujuk dan lupa bahwa mereka itu cuma tukang bikin sabun, bedak, gincu, alkohol pembersih dan lain-lain.

Tukang bikin sabun dan segala tetek bengek yang kemudian diberi nama keren kosmetika itu sangat mengerti impian-impianmu untuk tampil lebih cantik, dan sangat lihat memanipulasinya.

Dengan cara pandang lain, industri kosmetika sebenarnya tak lebih dan tak kurang adalah pabrik kimia. Oleh karena itu berhati-hatilah kalau mereka membujuk untuk menggunakan tubuhmu sebagai obyek eksperimen, seolah-olah demi kebaikanmu sendiri, padahal sebenarnya mereka tidak peduli padamu. Sebagaimana kapitalis manapun di dunia ini, industri kecantikan hanya mengejar tujuannya sendiri, yaitu yang utama : mencetak laba!

* * *

MEREKA membombardir Anda dengan kampanye yang dahsyat, melakukan brain wash yang sistematis dan direncanakan secara cermat. Mereka bilang : cantik itu harus putih, tidak boleh ada jerawat, tidak boleh ada vlek, tidak boleh ada komedo, tulang pipi harus tinggi, hidung harus mancung, tubuhmu harus langsing, rambutmu harus lurus, dan seterusnya, dan seterusnya.

Seandainya trend berubah lima tahun yang akan datang, misalnya cantik harus berkulit sawo matang, rambut harus ikal, maka industri kecantikan yang sama akan membombardir konsumen dengan produk-produk yang akan membuat kulitmu menjadi gelap dan rambut lurusmu menjadi keriwil-keriwil. Dan supaya produknya laris, mereka akan tanamkan ke benak konsumen bahwa cantik itu adalah hitam manis.

Nah, kalau ternyata begitu, kenapa Anda harus mengikuti doktrin-doktrin gombal para kapitalis di industri kecantikan itu? Kenapa tidak pede dan merasa cantik dengan kulit sawo matangmu, dan rambut ikalmu ? Dan kalau kebetulan tubuhmu agak gempal karena memang tulangmu besar, kenapa tidak merasa bangga, berbahagia dan bersyukur menjadi seseorang yang berbeda dan unik ?

Lebih penting lagi, apresiasi kecantikan yang melulu bersifat fisik sesungguhnya adalah pengkerdilan terhadap eksistensimu sebagai manusia; serta pelecehan terhadap kecerdasan dan budi pekerti kaum perempuan.

Catatan : artikel ini aku dedikasikan secara khusus kepada Ana Gustini, Dian Temi, Fitri, dan saudari-saudariku yang lain di milis JejakLangkah.

Iklan

Tag: , , , , , ,

10 Tanggapan to “Buang Pemutih Itu, Kalian Pasti Tetap Cantik !”

  1. michaelsiregar Says:

    Pemaparan yang sangat lugas Lae, saya ingin menambahkan bahwa sekarang di Eropah maupun diAmerikia, wanita wanita kulit putih banyak menghabiskan waktunya berjam jam didalam tabung sinar Ultra Violet, hanya agar kulitnya kelihatan legam, bahkan tak kurang yang sengaja pergi ke daerah tropis seperti kepulauan Karibia dan Asia, untuk berjemur dipantai, hanya untuk mendapatkan kulit yang legam.
    Nah, sementara Tuhan telah menciptakannya untuk kita secara cuma cuma koq kita malah ingin beda…?! Gejala apa ini….

  2. ana gustini Says:

    Karena pengaruh kaum lelaki serta kultur masyarakat yang selalu memandang (impresi awal) adalah fisik, akhirnya perempuan menjadi punya obsesi yang berlebih dan tidak rasional dalam hal mempercanti diri yang mendorong kearah konsumtif dan akhirnya ini merupakan gaya hidup perempuan modern. Terpengaruh propaganda para pengiklan produk2 kapitalis dan berapa banyak akhirnya perempuan yang terpengaruh dengan iklan-iklan “putih adalah cantik itu”.

    Ada 3 kategori cantik yang perlu diketahui, pertama, kecantikan hanya bersifat fisik (outer beauty) wajah yang ayu, tubuh yang langsing, kulit putih, tinggi semapai, hidung mancung merupakan manifestasi kecantikan fisik. Kedua, hakikat kecantikan itu ada dalam Diri ( D besar) bukan pada diri (d kecil) atau fisik, yang diistilahkan dengan inner beauty. Kepribadian, intelektualitas, kecakapan emosional, dan kualitas-kualitas nonfisik merupakan gambaran kecantikan model kedua ini. Ketiga, kecantikan itu bersifat fisik dan nonfiisik. Kecantikan tidak hanya berada pada tataran penampilan fisik saja, tetapi juga pada tataran nonfisik. Artinya, perempuan yang memiliki inner beauty juga harus memiliki outer beauty.

    Bagi saya perempuan diwajibkan berpenampilan rapi bersih dan menjaganya agar tetap menarik, tidak kotor dan jorok .Selain itu permpuan harus mempunyai kepercayaan diri dan senantiasa selalu mengembangkan dirinya baik melalui wawasan dan ilmu pengetahuan, serta kreatifitas yang positif yang bisa meningkatkan kualitas dirinya dari non fisik.

  3. novita Says:

    seharusnya indonesia merancang RUU anti pemutih kulit saja, karena jika seorang perempuan sudah bersusah payah dengan segala cara membuat kulitnya agar lebih putih maka dia juga pasti akan berusaha memaparkan hasil usahanya ke publik, bahkan aurat yang seharusnya disembunyikan pun akan dipamerkan dengan harapan orang memuji betapa putih bagian itu, semakin putih kulitnya semakin minim pakaiannya, pornografi kan?

    masih bagus kalau pujian yang datang, malah lebih banyak mengundang setan yang ada dalam diri lawan jenisnya mulai dari membayangkan, berhasrat kemudian naik ke level mengingini dan akhirnya aksi. pepatah bilang “tidak ada rotan, akarpun jadi” kalau tidak bisa dilampiaskan secara langsung ke si pemilik kulit putih, orang lain jadi sasaran.

    cantik jasmani memang perlu, tapi cantik wawasan dan rohani jauh lebih penting. karena betapa garingnya bergaul atau berurusan dengan perempuan berparas cantik dengan pandangan sempit dan tolol atau dengan laki-laki tampan dan kekar dengan otak kosong melompong tapi banyak omong.
    jadi, baik laki2 maupun perempuan : it’s important to keep your body look well but it’s more important to keep your mind beauty

  4. M.S.Ritonga Says:

    Klo aku menilai,jauh lebih cuantik lagi kulit sawo matang dari pada kulit putih karna kosmetik,slm knl tuk smua, H O R A S

  5. lovepassword Says:

    Yah biasalah itu rumput di peternakan tetangga kelihatan lebih ijo. Yang putih pengin item eh yang item malah pengin putih. Hik Hik

  6. tatianak2 Says:

    Hmmmm… Postingan ini mengingatkan saya pada kejadian 10 hari yg lalu, ketika seorang teman masa kecil yang sudah hampir 20 tahun tidak jumpa menelpon saya untuk datang ke sebuah hotel ternama di kota tempat saya tinggal.

    Di ruangan itu ternyata sudah ada sekitar 20 – 30 perempuan yang sedang ngantri untuk mendapat perawatan dari seorang dokter spesialis kulit (kecantikan) dari jakarta yang buka praktek di hotel tersebut dua minggu sekali.

    Di tempat itu saya juga bertemu dengan beberapa teman lain. Mereka umumnya memang bermasalah dgn kulit wajah. Sehingga menurut saya masih dalam batas wajar lah kalo mereka berupaya membuatnya lebih baik, namun anggarannya yang cukup tinggi per paket perawatan itu membuat saya geleng2 kepala…

    Yang gak enaknya lagi… beberapa teman saya itu membujuk saya untuk ikut… Saat saya bilang, saya alhamdulillah belum membutuhkan, karena kulit saya yang bagai “kulit badak” Maksudnya “kulit badak” kulit saya gak rewel meski gak pake kosmetik bermerk dan mahal, gak rewel akibat perubahan cuaca, yg penting tetap dijaga kebersihan dan kelembabannya. Teman2 saya bilang, ayo lah ikut, supaya kulit makin kinclong, dan terlihat lebih muda 10 tahun lagi… Halllllaaaaaahhhhhhhh…!

    Saya malah takut, ketika kita tidak bersyukur dan puas akan apa yang ada di diri kita, kita justru akan merusak apa yang sebenarnya sudah dalam kondisi terbaik di diri kita… Saya takutnya, nanti kulit muka saya malah merah2 gak keruan karena efek epidermis yang rusak…

    Saya lalu duduk di ruangan itu beberapa menit, ngobrol dengan teman2 yang sedang ngantri untuk mendapat perawatan, lalu pamit untuk kembali ke kantor… Dalam perjalanan pulang, saya berdoa semoga Sang Pencipta senantiasa memberikan saya rasa syukur sehingga bisa hidup tanpa menabrak batas yang akhirnya akan merusak diri..

  7. Syahrul Hanafi Simanjuntak S.15 Says:

    Botul kali itu Kak!
    Emakku dulu di Sipirok kalo mau halusin mukanya pake Daun Nangka yang sudah menguning (tapi belum jatuh) terus ditumbuknya di penggilingan batu/penggilingan cabe sampai halus, kemudian dibalurkan keseluruh wajah dan hasilnya….mmmmmmm wajah Emak tetap halus tuh

  8. Nyante Aza Lae Says:

    putih itu cantik…sama dengan kita belajar teori relativitas!

  9. turnip Says:

    di samping kecantikan itu..
    menggunakan kecantikan itu juga penting

  10. beautyonwatch Says:

    Horeee….nemu temen. aku lagi bikin gerakan Anti Skin Whitening. Dukung yaaaa :
    1. Stop Using Skin Whitening Product !
    2. Stop Producing and Advertising Skin whitening Product !
    2. Stop Dreaming for whiter skin !
    http://beautyonwatch.wordpress.com/2009/05/15/anti-skin-whitening-movement/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: