Posts Tagged ‘soekarno’

Obama, Bung Karno dan Anwar Ibrahim

1 Oktober, 2008

Anwar bicara tentang rezim yang zalim dan harus ditumbangkan, Obama tentang petualangan merebut masa depan. Dua topik besar itu bisa kau dengarkan dalam rekaman lama pidato-pidato Bung Karno, dan kemudian lihatlah karya-karya besarnya : Pancasila, Republik Indonesia, nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda, dan serangkaian kisah percintaan yang romantis. Semuanya itu mustahil bisa disamai oleh Anwar Ibrahim dan Barack Obama.

Oleh : Robert Manurung

BARACK OBAMA adalah anak zaman digital, di mana kenyataan aktual tumpang tindih dengan realitas virtual. Dia lahir dari rahim budaya pop, kapitalisme berjubah humanisme, diplomasi senjata, dominasi perusahaan-perusahaan transnasional atas Dunia Ketiga, penjajahan yang anggun dengan label pasar bebas, hedonisme bertopeng agama, dan massa yang malas berpikir lebih jauh dari nanti malam. (more…)

Iklan

Ada Dua Bangsa Indonesia ? (1)

10 Februari, 2008

KEPERGIAN Soeharto adalah gong terakhir yang menandai tamatnya peran generasi pejuang di panggung sejarah Indonesia. Satu babak yang cukup panjang, dengan durasi sekitar 60 tahun, telah diperankan oleh generasi yang luar biasa itu, dan memunculkan dua aktor utama yang masih akan berpengaruh besar dalam perjalanan Indonesia ke depan : Soekarno dan Soeharto. (more…)

Membandingkan Soekarno dengan Soeharto

5 Februari, 2008

Aku tidak sepenuhnya sependapat dengan substansi tulisan ini, yang pada intinya memandang plus-minus Soekarno dan Soeharto relatif sama. Namun karena menghargai kejernihan berpikir penulis, kemampuan mengambil jarak dan adanya kemauan untuk menilai secara obyektif, maka kuputuskan memindahkan artikel ini dari kolom komentar ke halaman muka.

Tulisan ini adalah artikel (dengan judul asli “Soekarno dan Soeharto“) yang dikirim oleh noerdiensjah untuk memperkuat komentarnya pada artikel “Atas Nama Rakyat, SBY Memuji Soeharto Sebagai Putra Terbaik Bangsa” (RM)

Oleh Junarto Imam Prakoso**

Soekarno dan Soeharto, adalah dua pemimpin yang menggores catatan sejarah. Mungkin mereka memang harus hadir tatkala zaman membutuhkan. Soekarno memandu rakyat menuju kemerdekaan. Soeharto meletakkan dasar-dasar ekonomi modern.

Soekarno menjadikan Indonesia sebagai kekuatan regional yang dihormati, Soeharto menjadikan Indonesia negara yang dipandang secara ekonomi. Soekarno mengajak negara-negara terjajah menggalang kekuatan perlawanan. Soeharto meredakan ketegangan Asia Tenggara yang saling bertikai menjadi akur dalam ASEAN.

Ada keberhasilan, ada kegagalan. Ada perbedaan, tapi ada juga kemiripan sejarah. (more…)

Jas Merah Bung Karno Untuk Soeharto

31 Januari, 2008

Salut buat anda semua orang Indonesia.Aku bangga pada kalian. Terutama mereka yang pernah disakiti oleh Soeharto, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kalian sudah menunjukkan kebesaran jiwa dan moral yang sangat tinggi, dengan tidak mengusik sedikit pun prosesi yang berjalan, sejak kematian diktator itu sampai pemakamannya. Kalau saja rohnya menyaksikan toleransi yang sangat indah itu, mungkin Soeharto akan menyesal pernah menyakiti kalian, biar pun memang sudah sangat terlambat.

Justru yang mengecewakan–dan bahkan menimbulkan rasa mual, adalah pencitraan yang sangat gencar dilakukan oleh media massa kita. Apalagi stasiun televisi swasta, dari jam ke jam, dari pagi sampai malam, kita dibanjiri, dibombardir dan didoktrin dengan pujian dan sanjungan yang teramat vulgar terhadap Soeharto. Mungkin bagi mereka yang menghormati jasa-jasa Soeharto pun, pencitraan bergaya propaganda itu akan terkesan terlalu bagus, terlalu banyak dan berlebihan. (more…)

Soeharto Sakit, Bung Karno Ngetop Lagi (2)

25 Januari, 2008

Walaupun Bung Karno mati dalam sengsara, dia meninggalkan dunia dengan bahagia. BK yang sebenarnya ingin dikubur di Bogor itu diantar oleh ratusan ribu atau bisa jadi jutaan orang yang mencintainya. Begitu banyak rakyat yang ingin mengucapkan selamat jalan kepada “Penyambung Lidah Rakyat” ini sehingga panjang pengantar jenazahnya mencapai 11 kilometer dari TMP Sentul, Blitar, tempat liang lahat Bung Karno disiapkan. Mereka ini mengikuti ambulans sejak Malang.

Oleh : Hendry Ch Bangun

Di dunia maya, tulisan yang pro-Soeharto dan pro-Bung Karno memberikan banyak hal bagi pembacanya. Terutama kisah-kisah dari masa lalu, semacam pelajaran sejarah, yang mungkin tidak bisa didapat di buku, menurut versi si penulis yang tentu mewakili pandangan dan sikap mereka.

Generasi muda, yang lahir dan besar sejak Soeharto berkuasa tahun 1968-1998, dapat membandingkan isi tulisan itu dengan apa yang ada di benak mereka selama ini. Khususnya materi pelajaran yang diperoleh di bangku sekolah.

Bahannya melimpah, tidak ada batas halaman dan gratis. Yang penting, ada waktu untuk membaca. Inilah hikmah dari kemajuan teknologi dan kebebasan mengaksesnya. Daya tarik lain, tulisan umumnya disampaikan dalam bahasa yang enak dibaca, ditulis dengan antusias, dan independensi tinggi karena tidak takut dimarahi siapa pun termasuk penguasa.

Bila pengagum BK mengatakan Orde Lama lebih baik dari Orde Baru, maka pendukung Soeharto mengatakan itu tidak benar. Buktinya waktu itu rakyat susah, beli baju antre, beli beras antre, inflasi 600 persen, dsb.

Kasturi Sukiadi membela BK sesuai pengalamannya yang masa itu masih mahasiswa : (more…)

Soeharto Sakit, Bung Karno Ngetop Lagi (1)

24 Januari, 2008

Tapi, orang lalu bertanya apa Bung Karno mendapat perlakuan serupa? Ternyata nol besar. Dari berbagai artikel kita tahu, ketika sakit BK masih berstatus presiden namun sama sekali tidak dirawat dengan pantas. Pengawas sehari-harinya hanyalah perawat dan dokter hewan.

Oleh : Hendry Ch Bangun**

SELAMA Soeharto sakit, nama Bung Karno ikut ngetop. Padahal secara sistematis Soeharto dan aparatnya pernah berusaha menghapus nama BK dari ingatan bangsa Indonesia. Terutama di masa peralihan kepemimpinan negeri ini atau dalam istilah politik yang diciptakan Soeharto, dari Orde Lama ke Orde Baru. Segala hal buruk tentang BK dicoba dijejalkan ke isi kepala generasi muda dengan berbagai cara, setidaknya sejak tahun 1970-an, tetapi gagal. (more…)