Posts Tagged ‘soeharto’

Buku Sintong Panjaitan Memang “Shocking”

17 Maret, 2009

Mengapa sebagian besar pimpinan ABRI pada waktu itu berada di Malang ? Kalau mereka tahu akan terjadi kerusuhan yang begitu dahsyat tetapi memutuskan tetap pergi ke Malang, maka mereka membuat kesalahan. Tetapi kalau mereka tidak tahu akan terjadi kerusuhan, mereka lebih salah lagi. Mengapa mereka sampai tidak tahu ?

Oleh : Raja Huta

SIAP-SIAPLAH melihat Indonesia dari perspektif baru yang tak terbayangkan sebelumnya, terutama seputar momen-momen gelap sejarah bangsa ini pada bulan Mei 1998. Letjen (Purn) Sintong Panjaitan membeberkannya secara blak-blakan, runtut dan rinci, lewat bukunya yang kini sedang mengguncang panggung politik nasional. Lebih dari sekadar mengejutkan, buku itu benar-benar “shocking”. (more…)

Iklan

Mengapa Soeharto Menolak Nasionalisasi Caltex ?

4 Oktober, 2008

Asvi menambahkan, dalam sejumlah arsip bahkan disebutkan Soeharto juga menolak rencana nasionalisasi terhadap PT Caltex. Rencana nasionalisas itu sendiri dibahas dalam pertemuan pada 15 Desember 1965. Pemerintah Indonesia saat itu dipimpin oleh wakil perdana menteri (waperdam) ekonomi Chaerul Saleh.

Namun, ketika pertemuan masih berlangsung, Soeharto datang menggunakan helikopter. “AD tidak setuju Caltex dinasionalisasi,” ujarnya. (more…)

Obama, Bung Karno dan Anwar Ibrahim

1 Oktober, 2008

Anwar bicara tentang rezim yang zalim dan harus ditumbangkan, Obama tentang petualangan merebut masa depan. Dua topik besar itu bisa kau dengarkan dalam rekaman lama pidato-pidato Bung Karno, dan kemudian lihatlah karya-karya besarnya : Pancasila, Republik Indonesia, nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda, dan serangkaian kisah percintaan yang romantis. Semuanya itu mustahil bisa disamai oleh Anwar Ibrahim dan Barack Obama.

Oleh : Robert Manurung

BARACK OBAMA adalah anak zaman digital, di mana kenyataan aktual tumpang tindih dengan realitas virtual. Dia lahir dari rahim budaya pop, kapitalisme berjubah humanisme, diplomasi senjata, dominasi perusahaan-perusahaan transnasional atas Dunia Ketiga, penjajahan yang anggun dengan label pasar bebas, hedonisme bertopeng agama, dan massa yang malas berpikir lebih jauh dari nanti malam. (more…)

Beginilah Sikap Tegasnya Ali Sadikin

24 Mei, 2008

Itu sudah bawaan saya. Saya ini kepala batu. Kalau marah sering keluar kata “goblok!” Saat jadi gubernur, saya juga sering menempeleng bawahan yang salah. Saya juga ikut memukul copet yang tertangkap. Tapi, kalau sudah sampai di rumah, saya justru sedih. Saya kemudian sering memanggil orang-orang yang saya pukul. Saya tanya tentang keadaan mereka. (more…)

Menjadi “Ghost Writer” Buku Pak Harto

10 Mei, 2008

Saya tidak tahu dari mana Pak Harto bisa mengetahui nomor telepon seluler milik saya. Saya juga tidak pernah tahu, dari mana beliau mengetahui bahwa saya adalah ghost writer di balik buku peringatan ulang tahun beliau yang ke-80.

Oleh : Julius Pour (more…)

Dari Medan Sampai Milan : Money Politics ?

15 April, 2008

Sebagian umat manusia di berbagai benua sedang terlibat pemilu. Di Nepal dan Zimbabwe, pemilu berarti perubahan besar. Di Jawa Barat, Sumatera Utara dan Italia, pemilu cuma pergantian sosok pemimpin. Adakah pemilu yang menguntungkan rakyat ? (more…)

Jaksa Agung Jadi Pembela Soeharto ?

27 Februari, 2008

Syukurlah. Ternyata tidak semua orang Indonesia tertular penyakit Stockholm Syndrome. Masih ada juga yang tidak ikut latah berbalik mencintai penindasnya. Salah seorang di antaranya Hendardi, tokoh LSM yang kritis dan vokal terhadap Orde Soeharto. Dalam pernyataan terbarunya, Hendardi secara lugas menuduh Jaksa Agung Hendarman Supandji telah bertindak sebagai pembela Soeharto. (more…)

Timtim, Monumen Abadi Kejeniusan Soeharto

14 Februari, 2008

Aneksasi Timor Timur yang dilakukan rezim Soeharto adalah petualangan yang dungu, mahal dan dan sia-sia. Pengorbanan nyawa ribuan putra-putra bangsa. Hasil keringat ratusan juta penduduk, dikorbankan untuk membangun dusun-dusun primitif di Timtim menjadi kota-kota dan desa-desa modern. Anak-anak mereka yang buta huruf dididik sampai menjadi sarjana. Tapi apa imbalannya bagi rakyat Indonesia ? Cuma satu kata : PENJAJAH. (more…)

Indonesia Dilanda Wabah Stockholm Syndrome

12 Februari, 2008

LUPAKAN dulu wabah DBD atau flu burung. Ada satu jenis penyakit baru yang lebih mengerikan, dan kini sudah menjangkiti sebagian besar warga Indonesia. STOCKHOLM SYNDROME, nama wabah tersebut, adalah semacam penyakit mental yang bisa membuat pnderita mengalami distorsi, dislokasi dan disorientasi.Pendeknya, orang yang terjangkit wabah tersebut bakal kehilangan jadi diri, kehormatan dan akal sehat. (more…)

Ada Dua Bangsa Indonesia ? (1)

10 Februari, 2008

KEPERGIAN Soeharto adalah gong terakhir yang menandai tamatnya peran generasi pejuang di panggung sejarah Indonesia. Satu babak yang cukup panjang, dengan durasi sekitar 60 tahun, telah diperankan oleh generasi yang luar biasa itu, dan memunculkan dua aktor utama yang masih akan berpengaruh besar dalam perjalanan Indonesia ke depan : Soekarno dan Soeharto. (more…)

Soeharto, Pahlawan atau Penghianat Bangsa ?

8 Februari, 2008

MARI menimbang soal ini dengan pikiran jernih. Ayo kita bebaskan diri dari rasa suka atau tidak suka. Kita lakukan ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap eksistensi kita sebagai manusia Indonesia. Sodorkanlah fakta-fakta dan jelaskan argumentasinya. Apakah Soeharto itu pahlawan atau penghianat bangsa ?

Ini soal penting buat kita semua, Bangsa Indonesia. Kenapa ? Karena periode 32 tahun Soeharto berkuasa adalah kurun waktu yang sangat panjang, lebih dari satu generasi. Periode 32 tahun itu adalah bagian penting sejarah kita semua, baik sebagai individu, keluarga, masyarakat, suku dan bangsa. Pendeknya, pengaruhnya sangat besar terhadap kehidupan kita hari ini dan esok, mungkin juga sampai 50 tahun yang akan datang.

Sampai 50 tahun yang akan datang? Ya, karena sejumlah kebijakan Soeharto, terutama kontrak-kontrak jangka panjang eksplorasi kekayaan alam kita, misalnya kontrak dengan Freeport di Papua, masih tetap berlaku. Disamping itu, tidak adanya kebebasan untuk berekspresi selama dia berkuasa sangat besar pengaruh negatifnya terhadap mutu pendidikan, kemampuan kita berkarya, berorganisasi, berkeluarga, bermasyarakat dan bergaul di dunia internasional. (more…)

Membandingkan Soekarno dengan Soeharto

5 Februari, 2008

Aku tidak sepenuhnya sependapat dengan substansi tulisan ini, yang pada intinya memandang plus-minus Soekarno dan Soeharto relatif sama. Namun karena menghargai kejernihan berpikir penulis, kemampuan mengambil jarak dan adanya kemauan untuk menilai secara obyektif, maka kuputuskan memindahkan artikel ini dari kolom komentar ke halaman muka.

Tulisan ini adalah artikel (dengan judul asli “Soekarno dan Soeharto“) yang dikirim oleh noerdiensjah untuk memperkuat komentarnya pada artikel “Atas Nama Rakyat, SBY Memuji Soeharto Sebagai Putra Terbaik Bangsa” (RM)

Oleh Junarto Imam Prakoso**

Soekarno dan Soeharto, adalah dua pemimpin yang menggores catatan sejarah. Mungkin mereka memang harus hadir tatkala zaman membutuhkan. Soekarno memandu rakyat menuju kemerdekaan. Soeharto meletakkan dasar-dasar ekonomi modern.

Soekarno menjadikan Indonesia sebagai kekuatan regional yang dihormati, Soeharto menjadikan Indonesia negara yang dipandang secara ekonomi. Soekarno mengajak negara-negara terjajah menggalang kekuatan perlawanan. Soeharto meredakan ketegangan Asia Tenggara yang saling bertikai menjadi akur dalam ASEAN.

Ada keberhasilan, ada kegagalan. Ada perbedaan, tapi ada juga kemiripan sejarah. (more…)

Jas Merah Bung Karno Untuk Soeharto

31 Januari, 2008

Salut buat anda semua orang Indonesia.Aku bangga pada kalian. Terutama mereka yang pernah disakiti oleh Soeharto, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kalian sudah menunjukkan kebesaran jiwa dan moral yang sangat tinggi, dengan tidak mengusik sedikit pun prosesi yang berjalan, sejak kematian diktator itu sampai pemakamannya. Kalau saja rohnya menyaksikan toleransi yang sangat indah itu, mungkin Soeharto akan menyesal pernah menyakiti kalian, biar pun memang sudah sangat terlambat.

Justru yang mengecewakan–dan bahkan menimbulkan rasa mual, adalah pencitraan yang sangat gencar dilakukan oleh media massa kita. Apalagi stasiun televisi swasta, dari jam ke jam, dari pagi sampai malam, kita dibanjiri, dibombardir dan didoktrin dengan pujian dan sanjungan yang teramat vulgar terhadap Soeharto. Mungkin bagi mereka yang menghormati jasa-jasa Soeharto pun, pencitraan bergaya propaganda itu akan terkesan terlalu bagus, terlalu banyak dan berlebihan. (more…)