Masalah Ahmadiyah Harus Cepat Diselesaikan

11 Mei, 2008 by Robert Manurung

Menurut para kiai, setiap warga negara berhak memilih dan menjalankan keyakinannya. Pembubaran Ahmadiyah mereka nilai tak hanya melanggar konstitusi, tapi juga melanggar hak setiap warga untuk hidup tenang dan aman.

Para kiai juga meminta pemerintah tidak ikut campur soal Ahmadiyah. Konflik Ahmadiyah adalah konflik internal agama. Penyelesaiannya, kata Imam,”Harus dengan dialog.” Pemerintah cukup sebagai pengawas.

JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Agung Laksono meminta pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan tentang penghentian kegiatan ajaran Ahmadiyah. “Sebab bisa menimbulkan konflik,”ujar Agung saat menerima perwakilan sejumlah kiai di Gedung MPR/DPR kemarin.

Sejumlah kiai mewakili beberapa pondok pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur kemarin menemui Agung. Mereka mendesak Agung agar bisa memakzulkan (melengserkan) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jika menerbitkan surat keputusan bersama penghentian Ahmadiyah.

“Sebab, hal itu melanggar konstitusi,”kata Kiai Imam Ghazali Syaid, juru bicara rombongan dalam pertemuan dengan Agung.

Baca entri selengkapnya »

Tongam Sirait, Preman Yang Religius

10 Mei, 2008 by Robert Manurung

Tongam adalah manusia self-made, membentuk diri sendiri lewat pergulatan hidup yang berliku, dari proses panjang petualangannya di rantau. Terlahir di sebuah lapo di Parapat, di bawah bimbingan ayah yang tangannya dihiasi tato– Tuan Bos Sirait namanya, Tongam tumbuh di antara dunia keras para preman dan senandung melankolis biduan-biduan kampung.

Oleh : Robert Manurung

DUNIA memang sudah terbalik-balik. Ketika sesama pendeta HKBP masih terus berkelahi rebutan jubah dan altar, sebagian bahkan sudah bertindak seperti preman, tiba-tiba muncul seorang preman asli lalu “berkotbah” mengenai kasih, persatuan dan kepedulian. Baca entri selengkapnya »

Chairil Anwar, Jiwa Merdeka dan Patriotisme

10 Mei, 2008 by Robert Manurung

KRAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.

Baca entri selengkapnya »

Menjadi “Ghost Writer” Buku Pak Harto

10 Mei, 2008 by Robert Manurung

Saya tidak tahu dari mana Pak Harto bisa mengetahui nomor telepon seluler milik saya. Saya juga tidak pernah tahu, dari mana beliau mengetahui bahwa saya adalah ghost writer di balik buku peringatan ulang tahun beliau yang ke-80.

Oleh : Julius Pour

Baca entri selengkapnya »

Mereka Mengincar Aset-aset Ahmadiyah

10 Mei, 2008 by Robert Manurung

Bakal sangat menarik, untuk mengetahui pandangan tokoh intelektual sekaliber Nur Mahmudi Ismail, mengenai munculnya tuntutan Aliansi Umat Islam untuk menyita dan membagi-bagikan aset-aset Ahmadiyah. Tarolah Ahmadiyah sudah dianggap sesat, apakah memang dibenarkan untuk “merebut” harta benda mereka ?

ENTAH kenapa, berita yang sangat menarik ini bisa luput dari perhatian masyarakat. Intinya : gabungan seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam di Depok, Jawa Barat, telah mendesak pemerintah setempat untuk menyita aset-aset Ahmadiyah, dan kemudian membagi-bagikannya kepada ulama dan umara di sana.

Desakan tersebut ditujukan kepada Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, yang nota bene adalah sesepuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tidak diketahui bagaimana respon Nur Mahmudi terhadap usulan tersebut.

Surat kabar Kompas hanya menulis satu alinea mengenai tuntutan gabungan ormas Islam itu, dan menempatkannya di bagian paling ujung berita berjudul “Pemerintah Diminta Hati-hati”, dalam edisi Senin, 6 Mei 2008. Berikut ini kutipan lengkap sub-berita di Kompas tersebut :

Baca entri selengkapnya »

Peta Krakatau Sebelum Letusan Dahsyat Thn 1883

3 Mei, 2008 by Robert Manurung

“Kami menyusuri pesisir Anyer yang tenang dan pantainya dipenuhi pohon kelapa,”tulis Forbes. “Kemudian muncullah pemandangan yang menakjubkan itu, Krakatau yang perkasa bersaput awan. Aku tak pernah bisa melupakan pemandangan itu, apalagi sebulan kemudian Krakatau meletus.”

Peta Krakatau Sebelum dan Setelah Meletus, Agustus 1883

Baca entri selengkapnya »

Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka Pembakaran Masjid Ahmadiyah

3 Mei, 2008 by Robert Manurung

Di Cirebon, para santri mengecam aksi kekerasan pada warga Ahmadiyah. “Kami tak setuju dengan kekerasan yang menimpa saudara kami dari Ahmadiyah, termasuk kekerasan di Sukabumi,”tutur Solichin, Ketua Forum Komunikasi Alumni Keluarga Santri Cirebon.

SUKABUMI –Kepolisian Resor Sukabumi kemarin menetapkan lima orang lagi sebagai tersangka kasus pembakaran Masjid Al-Furqon milik Jemaah Ahmadiyah di Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dengan demikian, ada 10 warga yang menjadi tersangka dalam kasus kerusuhan di lingkungan jemaah Ahmadiyah, Senin lalu.(28/4/2008).

“Setelah memeriksa 14 orang, kami menetapkan lima orang lagi sebagai tersangka,”kata Kepala Polres Sukabumi Ajun Komisaris Besar Guntor Gaffar, di kantornya, kemarin

Baca entri selengkapnya »

Bunuh-bunuhan Itu, Apakah Ajaran Tuhan ?

30 April, 2008 by Robert Manurung

Postingan ini adalah komentar salah seorang pembaca, menanggapi artikel “Negara Tidak Berhak Membubarkan Ahmadiyah“. Aku tertarik menampilkannya di halaman depan karena wawawasannya luas; bahkan menegok jauh ke awal sejarah agama samawi; dan tidak memihak pada salah satu agama atau aliran.

Aku menilai, komentar pembaca dengan nickname SALNGAM ini mewakili suara mayoritas yang bungkam (silent majority), di tengah-tengah bangsa kita.

Oleh : SALNGAM

Baca entri selengkapnya »

Indonesia Butuh Pemimpin Berjiwa Negarawan

30 April, 2008 by Robert Manurung

Keberagaman, kata tokoh muda NU itu, adalah takdir yang tidak bisa lagi diubah. Maraknya gejolak yang dipicu egosentris agama atau suku lantaran tidak paham soal takdir tersebut.

BANGSA dan negara ini membutuhkan guru bangsa, yang tidak sekadar pemimpin, melainkan juga memiliki visi kenegarawanan yang bisa memahami keragaman budaya dan menjadikannya potensi. Ia juga dapat memperlakukan minoritas sebagai bagian elemen kekuatan bangsa.

Baca entri selengkapnya »

Apakah Menteri Kesehatan Bakal Dicopot, Mundur atau Kompromi ?

30 April, 2008 by Robert Manurung

Mustahil AS mundur begitu saja, kemudian memboyong pulang semua peneliti dan peralatan riset Namru 2. Itu bukan watak negara super power. Dan tidak mungkin pula SBY-JK mengorban kepentingan ekonomi dan keamanan Indonesia–yang tergantung pada AS dan sekutu-sekutunya; hanya untuk membela Siti Fadilah Supari.

Oleh : Robert Manurung

TIDAK banyak masyarakat Indonesia yang menyadari, dalam dua pekan ini, sebenarnya atmosfir di puncak kekuasaan negara kita amat teramat panas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diduga sedang didera kebimbangan, karena harus mengambil keputusan atas dua masalah besar sekaligus–yang sama-sama dilematis, yaitu Namru 2 dan Ahmadiyah.

Mungkin dalam pandangan masyarakat umum masalah Ahmadiyahlah yang lebih mendesak ketimbang Namru 2. Tapi di lingkaran dalam elit kekuasaan, mereka tahu betul, Namru 2 lebih krusial, mendesak dan beresiko tinggi.

Baca entri selengkapnya »

Tiap Hari, 3.000 Hektar Sawah Lenyap

29 April, 2008 by Robert Manurung

Di Bekasi, 8.000 hektar sawah beririgasi segera beralih fungsi. Jutaan petani menganggur dan produksi beras nasional kian merosot. Krisis pangan yang kini melanda dunia merupakan warning..

Oleh : Raja Huta

SEBAGIAN kehidupan kita memang sudah bersifat virtual, tetapi beras yang kita makan masih berasal dari padi, dan padi masih harus ditanam di sawah. Tahukah Anda? Sawah beririgasi di Indonesia cuma 7,4 juta hektar, dan setiap hari jumlah itu menyusut rata-rata 3.000 hektar —dikonversi jadi areal industri dan perumahan.

Baca entri selengkapnya »

Macan Pun Terpaksa “Ikut Program KB”

28 April, 2008 by Robert Manurung

Keadaan Gembira Loka yang menyedihkan itu akhirnya merembet juga ke jatah makan dan kehidupan asmara para penghuninya. Tidak cukup hanya menjalani “diet”, para hewan di sana terpaksa hidup “selibat” alias berpantang hubungan seks.

Baca entri selengkapnya »

Munarman Memaki Staf Namru 2, ” Bangsat !”

28 April, 2008 by Robert Manurung

Munarman berpendapat, Presiden SBY pasti sudah tahu NAMRU-2 melakukan kegiatan intelijen. “Tapi dia lagi bingung. Menurut saya sih nggak usah bingung, rakyat pasti mendukung (NAMRU) untuk ditutup.”

Oleh : Robert Manurung

SIANG itu di kantor Mer-C–sebuah LSM bidang kesehatan–di Jl.Kramat Lontar, Jakarta Pusat. Puluhan wartawan sudah berkumpul di sebuah ruangan, untuk mengikuti acara jumpas pers. Mereka akan meliput pernyataan Mer-C dan Munarman, mantan Ketua YLBHI; menggugat keberadaan lembaga riset milik Angkatan Laut AS, Namru 2; yang sudah 40 tahun beroperasi di Indonesia.

Tiba-tiba, saat jumpa pers hendak dimulai, dua orang asing masuk ke ruangan. Salah seorang di antaranya pria bule, seorang lagi pria kulit hitam. Mereka ditemani dua wanita Indonesia. Tanpa basa-basi, salah seorang wanita itu membagikan siaran pers kepada wartawan.

Baca entri selengkapnya »