Foto Marilyn Monroe & Undang Undang Pornografi…

1 November, 2008
Marilyn Monroe--dimusuhi UUP, disukai anggota dewan

Marilyn Monroe--dimusuhi UUP, disukai anggota dewan

Sama halnya dengan definisi pornografi dalam UUP yang baru saja disahkan oleh DPR, foto Marilyn Monroe di atas pun bersifat multitafsir. Lucu, ekspresif, dan Baca entri selengkapnya »

Iklan

Buang Pemutih Itu, Kalian Pasti Tetap Cantik !

1 November, 2008

Halle Berry. hitam pun bisa cantik

Halle Berry. hitam pun bisa cantik

Oleh : Robert Manurung

AYO diskusi tentang kecantikan. Perkara yang satu ini bisa membuat perempuan resah dan senewen. Mampu menyihir kaum pria, dan terkadang bisa mengubah arah perjalanan sejarah.

Kecantikan adalah password serba guna dan sakti yang memungkinkan pemiliknya naik ke kelas sosial lebih tinggi, atau paling tidak mendapat perlakuan dan pelayanan lebih baik di kelas sosialnya sendiri. Meski semakin banyak perempuan yang menyadari bahwa kecantikan adalah hadiah dari Tuhan, bukan hasil usaha atau prestasi; dan kendati masyarakat mulai menghargai perempuan karena kecerdasan, kompetensi dan kepribadiannya; namun, kecantikan masih tetap merupakan senjata utama kaum hawa.

Apa sih definisi kecantikan ? Seperti apa gerangan kecantikan perempuan-perempuan dalam epik Bratayudha yang membuat para dewa terpesona, jatuh cinta, dan mengingkari takdir mereka sebagai dewa ? Kecantikan seperti apa yang dimiliki Josephine sehingga seorang jagoan perang sekaliber Napoleon Bonaparte mau bertekuk lutut mengemis cintanya ? Baca entri selengkapnya »

Kenapa Perbedaan Sering Berlumur Kekerasan ?

23 Oktober, 2008
mana mungkin ada harmoni tanpa perbedaan ?

mana mungkin ada harmoni tanpa perbedaan ?

Oleh : Nirwan Dewanto

POTRET yang terdapat dalam lukisan ini manis, namun sang lukisan lebih manis lagi. Kita mengenal potret dari dokumentasi IPPHOS itu: Sukarno, Hatta, Sjahrir—tiga pemimpin puncak dari republik yang baru berdiri—duduk di kursi rotan panjang, di Jakarta, 1946. Tak tampak ketegangan pada wajah ketiganya, bahkan momen itu terasa sebagai jeda dari sebuah obrolan ringan belaka.

Mungkin saja ini semacam potret propaganda yang halus: ketiganya mesti mengatasi perbedaan mendasar tentang bagaimana bersiasat membawa sang republik muda menghadapi kekuatan penjajah lama yang hendak menancapkan diri kembali. Potret ini manis, seakan memperlawankan diri dengan revolusi kemerdekaan yang pahit dan berdarah di sebaliknya.

Pada lukisan karya S. Malela Mahargasarie ini, dinding kembang di latar belakang seperti menegaskan bahwa ketiganya memang hidup dalam perayaan perbedaan; ya, perayaan, sesuatu yang memberkati, membuka jalan. Bukan perpecahan, bukan perseteruan. Baca entri selengkapnya »

RUU Pornografi Menghina Kemanusiaan Orang Indonesia

20 Oktober, 2008

sebagian besar pasal dalam RUU Pornografi mengasumsikan laki-laki di Indonesia tidak bisa menahan nafsu. RUU itu ia nilai menghina kemanusiaan manusia Indonesia, laki-laki dan perempuan.

Oleh : Maria Hartiningsih/Kompas

SEMENTARA pembahasan tentang Rancangan Undang-Undang Pornografi berlangsung di DPR, perdebatan tentang rancangan undang-undang itu terus berlangsung dalam bentuk berbagai forum, di kalangan yang menolak ataupun yang menyetujui.

Latifah Iskandar dari Panitia Kerja Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pornografi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) mengatakan, ada 26 pasal kritis yang akan dibahas dengan mendengarkan masukan dari luar dan berbagai fraksi, khususnya Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP). Baca entri selengkapnya »

Facebook Menautkan Kembali Persahabatan Lama

20 Oktober, 2008

“Bangsa ini mengalami kebangkrutan intelektual dan kreativitas adalah lantaran Dwifungsi ABRI. Karena kalian tentara itu mendominasi kehidupan sipil. Dan, Soeharto terlalu paranoid, sehingga berusaha melanggengkan situasi darurat, yang membuat bangsa ini kehilangan momentum untuk mandiri,”ujarku ketika itu. Pak Marno menangkis dengan argumentasi yang cerdas, runtut, dan dengan wawasan strategis yang mumpuni.

Oleh : Robert Manurung

BARU SEMINGGU ini aku menjadi warga Facebook, tapi jumlah kenalan baruku sudah mencapai 529 orang! Aku sempat chatting dengan “calon presiden independen” Fadjroel Rahman dan artis monolog Butet Kertaredjasa. Baca entri selengkapnya »

TOLAK RUU PORNOGRAFI! Karena Garuda Pancasila Bukan Burung Onta…

18 Oktober, 2008

Karena Garuda Pancasila bukan burung onta; yang menyembunyikan kepalanya di pasir ketika bahaya datang; yang menyangkal realitas dengan eskapisme; maka Indonesia harus dijaga dari imperialisme budaya asing–yang puritan, hipokrit, dan merendahkan martabat manusia.

Karena Garuda Pancasila bukan burung onta; melainkan simbol keberanian, kejujuran, dan integritas; maka Indonesia tak boleh berubah menjadi tempat persemaian budaya asing yang membenarkan kekerasan demi kekerasan itu sendiri, gigi ganti gigi, mata ganti mata, dan merendahkan kaum perempuan, Baca entri selengkapnya »

Cinta itu Pemborosan dan Merusak…

16 Oktober, 2008


…mengguritanya bisnis yang mengeksploitasi cinta adalah lantaran hampir seluruh penduduk bumi telah diposisikan menjadi KONSUMEN cinta, padahal seharusnya kan sebagai PRODUSEN ?

Oleh : Robert Manurung

PERNAHKAH Anda iseng-iseng menghitung, berapa sih pengeluaran Anda per bulan untuk, demi, dan karena cinta ?

Jangan kaget, hampir dua pertiga dari penghasilan bersih Anda dibelanjakan untuk, demi, dan karena cinta! Tidak percaya ? Cobalah mencatat pengeluaran Anda bulan lalu, kemudian pilah-pilah dan kelompokkan; Anda pasti akan manggut-manggut. Baca entri selengkapnya »

Konstitusionalisme Vs Fundamentalisme

9 Oktober, 2008

saya ingin sungguh-sungguh meyakinkan segenap bangsa ini, ancaman fundamentalisme agama itu nyata dan berbahaya, karena bertujuan menciptakan negara berdasarkan agama. Sejauh ini berbagai kelompok fundamental itu telah menyorong penyelenggara negara hingga tersudut di tepian jurang inskonstitusionalitas.

Oleh : Adnan Buyung Nasution Baca entri selengkapnya »

Penolakan RUU Pornografi Bergaung di Sumatera Utara

8 Oktober, 2008

Para ibu kecewa dengan sikap pemerintah Sumut yang tidak ramah dan menghadang rakyat dengan pagar besi. “Kami kecewa tidak bisa masuk kantor gubernur, padahal gubernur Samsul Arifin baru saja terpilih dan berjanji kantor gubernur akan jadi rumah rakyat,” teriak mereka dalam orasinya. “Bahkan pagar berduri ini juga dibeli dengan pajak yang kami bayarkan,” tambah mereka. Baca entri selengkapnya »

Mengapa Soeharto Menolak Nasionalisasi Caltex ?

4 Oktober, 2008

Asvi menambahkan, dalam sejumlah arsip bahkan disebutkan Soeharto juga menolak rencana nasionalisasi terhadap PT Caltex. Rencana nasionalisas itu sendiri dibahas dalam pertemuan pada 15 Desember 1965. Pemerintah Indonesia saat itu dipimpin oleh wakil perdana menteri (waperdam) ekonomi Chaerul Saleh.

Namun, ketika pertemuan masih berlangsung, Soeharto datang menggunakan helikopter. “AD tidak setuju Caltex dinasionalisasi,” ujarnya. Baca entri selengkapnya »

Sudah 360 Orang Tewas Dalam Perjalanan Mudik

4 Oktober, 2008

Perjalanan mudik lebaran tahun ini makin memperjelas, sikap yang menganggap kesusahan dalam perjalanan mudik lebaran sebagai romantisme tersendiri sesungguhnya adalah fatalisme yang harus dicegah. Tumpang tindih dengan buruknya fasilitas transportasi dan tiadanya “manajemen” arus mudik yang komprehensif. Tapi, mana ada yang peduli ? Baca entri selengkapnya »

Presiden SBY Bagi-bagi Duit Saat Open House

3 Oktober, 2008

Untuk open house di Istana Negara dan Cikeas, tampak menonjol iring-iringan tuna netra dan penyandang cacat fisik lainnya. Mereka datang beriring-iringan dari berbagai daerah karena harapan akan dapat bonus lebaran. Presiden memang menganggarkan uang Rp 250.000-Rp 1.000.000 untuk masing-masing dari mereka. Baca entri selengkapnya »

Obama, Bung Karno dan Anwar Ibrahim

1 Oktober, 2008

Anwar bicara tentang rezim yang zalim dan harus ditumbangkan, Obama tentang petualangan merebut masa depan. Dua topik besar itu bisa kau dengarkan dalam rekaman lama pidato-pidato Bung Karno, dan kemudian lihatlah karya-karya besarnya : Pancasila, Republik Indonesia, nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda, dan serangkaian kisah percintaan yang romantis. Semuanya itu mustahil bisa disamai oleh Anwar Ibrahim dan Barack Obama.

Oleh : Robert Manurung

BARACK OBAMA adalah anak zaman digital, di mana kenyataan aktual tumpang tindih dengan realitas virtual. Dia lahir dari rahim budaya pop, kapitalisme berjubah humanisme, diplomasi senjata, dominasi perusahaan-perusahaan transnasional atas Dunia Ketiga, penjajahan yang anggun dengan label pasar bebas, hedonisme bertopeng agama, dan massa yang malas berpikir lebih jauh dari nanti malam. Baca entri selengkapnya »